Minggu, 07 Desember 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

1920: Sebuah Era Hidupnya Sekar

Berhubung mayoritas umat (termasuk emak-bapak) bilang bahwa saya adalah manusia tak bertanggung jawab, pemalas (ini bener pisan), egois, dan gak bisa ngatur waktu + prioritas, maka dengan cerdasnya, saya ngelamar kerja di 1920 Barber & Bar deket kampus sebagai seorang BARTENDER! Dengan ilmu dan skill yang minim saya nekat. 2 kali ngelamar, pertama ditolak, lalu daftar lagi dan diterima, dengan janji di lamaran yang kedua, janji sama Tuhan kalo BOS SAYA GAK AKAN KECEWA SAMA SAYA! sekarang bahas pas udah keterima kerja aja deh.
alkisah saya merasa begitu bokek dan butuh suntikan dana lebih, gak mungkin minta orang tua karena emang udah berjatah gitu uang saya. Lalu bagusnya saya keterima kerja jadi bartenderdi deket kampus. part time ceritanya. Modal saya cuma bisa sepik (dan ternyata skill ini berguna buat jualan), anak psikologi (yang curhat banyak lho), dan bisa masak, faktanya skill masak cuma kepake buat bikin sirup minuman. udah cuma itu yang saya bisa. daftar kerja di sono buat orang macem saya itu 100% NEKAT! untung pak bos menerima saya...

i love you, pak bos...
hal yang bisa bikin saya panik itu sebenernya adalah ada di lingkungan baru dan ketemu orang baru, kerjaan model begini nuntut ketemu orang baru terus. dengan prinsip hidup "Fuck This Shit!" jadi gue jalani semuanya dan persetan dengan perkara saya males ketemu orang baru. saya butuh uang walau sedikit dan saya butuh kerjaan, nganggur bikin saya gila. 

setelah dijalanin ya ternya gak seburuk itu ah, gak seburuk yang saya pikir, saya malah jadi belajar banyak di sana. saya belajar cara bikin semacem kontrol stok barang di excel dan daya mempertanyakan keberadaan jiwa saya pas mata pelajaran TIK waktu SMP dulu. hebatnya saya merasa begitu dihargai di tempat itu, ya mungkin karena jarang ke dunia lkuar jadi gak tau deh pendapat dunia luar tentang saya gimana.

awalnya ya saya mikirin gaji tapi lama-lama saya dapetin sesuatu yang lebih dari gaji, ILMU. gak kepikiran buat bisnis selain buka warung soto di Maribor, Slovenia, nah sejak kerja di sono, saya dapet banyak ide bisnis, tinggal cari modal dan dijalanin aja..... abis skripsi kelar biar gak keteteran kayak kemaren-kemaren.... dan setelah kerja gak mikir gaji itu saya merasa lebih bahagia lagi.
Kalian sok tau!
"anak psikologi kok jadi bartender?", ya saya dapet pertanyaan itu banyak banget. sebelum jadi bartender, saya juga pernah jadi editor majalah, emang tipikal orang yang pingin nyoba baerbagai profesi gitu, persetan dengan jurusan, biar wawasan makin luas dan gak mentok lah otaknya di situ-situ aja. lalu yang nanya begitu sok mengait-ngaitkan kata "Bartender" dengan kata "Psikologi", "buat nanganin pelanggan curhat ya?", padahal jarang banget ada yang curhat, kebanyakan cuma rumpi asik dan saling bercanda aja.

pas kerja di sono saya dikenalkan dengan teknologi bernama POMADE dan VAPORIZER. Pomade adalah sejenis minyak rambut, waktu dikenalin sama apa itu pomade saya langsung googling dan belajar soal pomade, kalo soal si vaporizer itu emang tau dari dulu dan pingin beli gitu cuma gak ngerti juga kalo itu bisa diotak-atik. intinya..

setelah sekian bulan kerja, saya belajar banyak banget. jadi ngerti kalo ternyata saya gak seburuk itu, gak seberantakan yang saya rasa dan orang bilang. masih bisa ketolong lah hidupnya, sekarang tinggal gimana caranya saya bisa makin berani ngelawan rasa takut dan berani angkat pantat dari zona aman. pertahankan motto hidup "Fuck this shit!" karena itu bikin saya merasa masa bodo dengan semuanya dan saya ters maju, terus berusaha untuk jadi sebaik mungkin. 

dan yang paling penting, kalo gak keluar dari zona aman, saya gak akan ketemu "The Rising Sun" alias si "Matahari Terbit"karena doi berhasil menerangi gelapnya otaknya si Sekar. ya kalo kata ByeAlex "Kedvesem" lah! eaaaa.....

Terima kasih atas segala macam kerja samanya, kalian super awesome dan mega-fabulous. sekarang jabatan saya ada di recurring cast yang muncul cuma sebagai bintang tamu di kehidupan 1920 Barber & Bar, kalian super awesome lah!



Senin, 20 Oktober 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

You Are My Rising Sun

Setelah sekian lama saya hanya berdoa agar kamu selalu sehat, bugar, bahagia, sejahtera, aman, tentram, dan makmur sampe saya lupa sama kemakmuran dan keamanan saya sendiri, akhirnya saya berdoa dengan kegeoisan yang membakar seluruh jiwa raga saya. Saya sujud gemetar sambil berdoa, “Ya Allah, tolong jangan bawa dia pergi, aduh, saya masih mau sama dia, tolong jangan bawa dia pergi dari hidup saya dulu, gak sanggup ih, gak sanggup pisan.”. seumur hidup, baru kali ini saya ngerasa takut kehilangan, takutnya bukan main pula.padahal mah kalo dia gak ada ya biasa aja, cuma gak tau kenapa ngerasa gak sanggup.

Dia membuat saya merasa lebih bahagia dari biasanya, gak tau kenapa, seneng aja gitu liat dia. Dia berhasil membuat saya merasa begitu rendah karena dia begitu cerdas sampe saya menemukan semangat baru untuk belajar lebih banyak. Cukup tau dia baik-baik aja, itu udah bikin saya bahagia bukan main.

Sebelumnya, hidup saya monoton, asik sama dunia sendiri, semacam agak menolak dunia luar sana, terus dia muncul mengenalkan satu dunia yang sempat saya singgahi tapi saya tinggalkan, dia membuat dunia itu menarik kembali. Dunia yang saya tinggalkan karena saya merasa tidak ada yang mengerti saya dan dunia itu maka saya beralih ke dunia yang lain walau sesekali saya rindu dan mengintip kembali dunia itu. Dia datang bagai anggota MLM menawarkan dunia itu kembali. Setiap hari saya bersyukur karena Gusti Allah udah ngasih dia dalam hidup saya.

Semakin saya terbuai dengan kehidupan saat ini semakin saya menolak kalau dia hanyalah sementara. Waktu pun akhirnya menampar wajah saya sekerasnya, saya sadar, akhirnya. Biasanya saya sangat menikmati semuanya hingga akhirnya saya merasa ini semua jangan sampai selesai. Saya terlalu bahagia bersama dia tapi bagus lah cuma ya…


Tolmachevy Sisters -- Shine
Setiap malam datang, rasanya begitu menyesakkan. Kenapa? Karena itu tandanya berkurang sudah waktu saya dan dia untuk bersama, ini lebih kejam dari pada deadline tugas laporan atau skripsi sekalipun. Dia bagai matahari yang terbit di dalam hidup saya karena memang saya kebanyakan terlelap di dalam apa yang saya sebut “tujuan hidup”. Dia bagai dosen pembimbing yang bikin saya merevisi hidup saya. Entah manusia macam apa dia sampai bisa membuat saya seperti ini dan saya melakukan semuanya dengan senang hati. Tapi semua akan selesai cepat atau lambat. Saya hanya bisa berharap kalau semuanya tidak hanya sampai di sini. Saya hanya bisa berharap kalau dia akan selalu memotivasi saya untuk menjadi lebih baik, mungkin dia tidak sadar akan hal itu tapi dia melakukannya. Ah, saya tidak pernah merasa begitu takut, saya hanya bisa berdoa untuk dia. Sialan.

Senin, 29 September 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

I'm Screwed

Dari kecil selalu diajarin buat selalu bisa mandiri, tidak bergantung dengan orang lain, dan kebahagiaan itu muncul karena diri sendiri, bukan orang lain. Beberapa tahun terakhir saya hidup bak di neraka. Begitu banyak masalah dan begitu banyak rasa sakit yang saya terima. Perlahan saya menerima neraka itu dan mulai “berteman” d
engan api yang membakar tubuh saya. Saya merasa tak ada akhirnya, saya pun selalu berdoa dan berusaha menerima setiap rasa sakit yang datang. Kehilangan seseorang yang saya pikir dia adalah penyelamat hidup saya, menikmati setiap fantasi dan membayangkan pintu surga di dalam neraka.
Siksaan baik secara fisik mau pun psikis perlahan melatih saya untuk bisa lebih “bersahabat” dengan keadaan. Ya, setiap langkah, setiap nafas, setiap getaran suara, dan setiap hembusan angin, saya bersyukur bahwa saya bisa menikmati itu semua. Kebahagiaan dimulai dari diri sendiri bukan? Saya menikmati setiap tugas yang banyak walau kadang saya merasa bosan menatap layar, saya menikmati setiap suara di sekitar saya terutama setiap musik yang saya dengarkan, saya menikmati setiap film atau serial TV dan setiap buku yang saya baca, saya menikmati setiap imajinasi yang sudah mempercerah hidup saya. Saya merasa bahagia. Neraka ini seakan telah menjadi rumah bagi jiwa saya. Lalu dia datang dalam hidup saya.
Ia sangat cerdas, tampan, mau bekerja keras, dan menyenangkan. Wawasan kami tidak sama tapi saya selalu ingin berbincang karena saya merasa ia bisa memperluas wawasan saya. Saya merasa bahagia dengan hidup saya dan saya merasa ingin bahagia bersama orang itu. Saya mensyukuri setiap detik atas kehadirannya dalam hidup saya, setiap senyum, setiap sapa, dan setiap ilmu
yang ia berikan. Ibarat sebuah rumah, rumah saya duah begitu indah dengan semua aspeknya, tamannya, pagarnya, atapnya, namun dia seakan menjadi cat yang membuat rumah saya lebih berwarna, cat yang mewarnai setiap ruangan yang nyaman menjadi terasa lebih ramai.
Maybe by Valentina Monetta
Entah apakah ia merasakan hal yang sama dengan saya atau tidak tapi saya tidak bisa membohongi diri sendiri karena saya benar-benar merasa lebih bahagia. Tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada orang lain yang akan memberi saya kunci surga atau paling tidak bilang, “surga ada di sebelah sana". Saya tidak mau terlalu optimis dengan orang ini, hanya dengan mengenalnya saja saya sudah merasa beruntung. Kalaupun dia hanyalah akan menjadi sebuah angin penyejuk di dalam neraka, saya akan menikmati setiap hembusannya. Kalau dia yang akan menunjukkan saya di mana pintu surga itu, saya harap bahwa saya juga memegang kunci surga untuknya.

Selama ini, setiap saya menyukai seseorang, rasanya begitu menyiksa namun dengan dia saya merasa biasa saja bahkan bahagia. Tak terpikir bahwa saya harus memilikinya, saya hanya bisa bersyukur di setiap pertemuan atau walau hanya mendengar namanya. Saya harap, saya bisa selalu bersyukur kepada Tuhan atas dirinya. Mungkin ini yang disebut masuk neraka demi menemukan pintu surga karena saat ini neraka yang saya tempati perlahan berubah menjadi lebih terang, sejuk, dan menenangkan.


Minggu, 17 Agustus 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Serial Oke: The Fosters

The Fosters. Alkisah seorang anak perempuan berusia 16 tahun, Callie, dia kena masalah karena ngancurin mobil bapak angkatnya yang jahat pake tongkat baseball. Callie dibawa ke penjara anak-anak dan akhirnya bebas dengan jaminan, dia digebukin di dalem penjara soalnya. Dapat lah Callie ini keluarga baru, Keluarga Foster. Keluarga Foster ini bukan keluarga biasa, Stef Foster yang berprofesi sebagai polisi dan Lena Adams yang berprofesi sebagai wakepsek di sekolah, mereka ini pasangan lesbian. Dalam keluarga ini ada 3 anak, Brandon (16 taun, anak biologis Stef di pernikahan sebelumnya), Jesus dan Marianna (15 taun) si kembar yang diadopsi waktu mereka masih kecil.

Konflik di serial ini lebih ke bagaimana Callie beradaptasi di keluarga barunya ini dan bagaimana dia bisa ngebawa Jude (13 taun), adeknya, ke dalam keluarga barunya ini.

Gak cuma mentok di situ, serial ini juga ngebahas tentang kehidupan remaja, anak asuh, pasangan gay. ada di salah satu episode yang paling menarik buat saya di mana Jude ke sekolah pake cat kuku punya Marianna dan sampe sekolah, dia ditindas sama anak laki-laki lainnya. Callie udah bilang kalo lebih baik Jude gak pake cat kuku ke sekolah tapi dia ngeyel. setelah mengalami penindasan di sekolah, dia nyoba bersihin jarinya di rumah, Lena datang dan ngasih nasihat kalo gak semua orang gak bisa nerima hal ini, Jude boleh pake apapun yang dia mau tapi dia harus lihat keadaan, bisa gak orang lain nerima perilaku dia. Lena ngasih contoh dengan kalo dia di luar rumah, dia pingin cium atau megang tangan Stef di luar rumah, dia gak bisa sembarangan ngelakuin itu, dia harus tahan karena gak semua orang bisa terima perilaku seperti itu. ada juga bagian ketika Jude cemburu sama temennya, Connor, yang mau jalan sama cewek di kelasnya. Lena ngasih nasihat kalo wajar kita cemburu sama temen sendiri yang punya pacar, gak masalah asal gak berlebihan.
bisa dilihat emang Lena yang lebih megang peranan sebagai seorang "ibu" di sini tapi gak mentok di situ karena ada beberapa saat di mana Stef justru yang lebih keibuan dan Lena yang lebih kebapakan. di serial ini lebih nunjukkin kalo keluarga itu gak mesti karena DNA yang sama tapi lebih ke siapa yang ada buat kita di saat kita dalam keadaan terbaik atau terburuk sekalipun. 

terlihat banget pelan-pelan Callie dan Jude merasa diterima dan merasa jadi bagian Keluarga Foster ini. peranan "Bapak" keluarga emang lebih diambil Brandon dan Jesus tapi juga dibantu Mike, mantan suami Stef, bapaknya Brandon. Bapaknya Stef yang kristen taat juga ngisi warna keluarga ini di mana dia kerja keras untuk nerima keluarga anaknya yang bisa dibilang "menyimpang". intinya serial ini menceritakan tentang keluarga dari berbagai sudut pandang. keren sih, beberapa episode bisa bikin kita kelojotan dan nangis bombai. akting pemainnya pun bagus. recommended lah! 
Jesus, Marianna, Stef, Jude, Lena, Brandon, Callie
0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Saya Wanita, Saya (Juga) Manusia

Feminisme adalah sebuah gerakan perempuan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan pria. Kesamaan hak yang gimana sih? mungkin sebagian dari kalian belom tau kalo di beberapa negara, pria dan wanita belum setara secara ekonomi, politik, pendidikan, dsb. banyak wanita belom boleh ikut pemilu, gaji wanita lebih rendah dari pada pria walaupun menempati posisi yang sama, dll.

Banyak yang menganggap kalo feminisme itu benci laki-laki atau wanita pingin lebih superior dari laki-laki padahal ITU SALAH BESAR! kita cuma mau setara, bukan di atas atau di bawah, bukan di depan atau di belakang, kita sejajar. feminisme ini menuntut kerja sama antar gender untuk membuat kehidupan yang lebih manusiawi. laki-laki itu manusia, wanita juga manusia. entah apa yang membuat masyarakat seakan takut dengan kata "feminisme" ini.

ada yang bilang kalo feminis itu bikin wanita males nikah dan punya anak, buka aurat, seks bebas, dsb. padahal itu pilihan individu. nikah, anak, aurat, dan segala antek-anteknya itu pilihan individu. lagi pula, buat apa feminis capek-capek ngajarin anak perempuan untuk pake baju lebih sopan kalo kita pingin buka aurat? buat apa seorang feminis berjuang, berusaha jadi pendamping yang baik buat pasangannya kalo feminis itu bikin males nikah? buat apa feminis bikin gerakan biar ibu-ibu mau ngasih ASI ke anaknya kalo feminis itu bikin males punya anak? semuanya pilihan. memang ada feminis yang lebih milih kerja dari pada nikah dan punya anak tapi ada juga yang sebaliknya.

setara, kita bisa menjadi mandiri dan berdiri untuk diri kita sendiri. ketika hidup gak bisa bergantung dengan siapapun, kita dituntut untuk lebih mandiri. pria boleh sekolah, wanita juga. pria boleh kerja, wanita juga. pria boleh kongkow sama temen-temennya, wanita juga. semudah itu. sebaliknya, wanita boleh di rumah ngurus anak, pria juga boleh. wanita boleh masak dan menari, pria juga boleh. wanita boleh menangis, pria juga boleh. SETARA.

saling melengkapi antar gender, ada beberapa hal yang wanita lebih bisa lakukan dari pada laki-laki dan begitu pula sebaliknya. ketika seorang wanita mampu melakukan sesuatu yang cukup berat, dia tidak maskulin, dia hanya lebih kuat dari yang lain. sama kayak pria yang agak lebih halus, dia bukan banci, dia hanya lebih sopan dari pria yang lain. itu lah feminisme. kami berbicara tentang kesetaraan, bukan melebihi, itu yang membuat kami hina di mata sebagian masyarakat?


Jumat, 06 Juni 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Balada Kuliah: Blue is the New Orange

Jadi gini, choy, kemarenan kan saya ada kuliah (gak kuliah sih, bantu dosen ambil data buat penelitian doi tapi kedoknya kuliah) di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas IIA Bandung. Tempatnya lumayan jauh dari Jatinangor jadi a
gak berjuang juga untuk sampe TKP dengan tepat waktu. Berhubung kita berstatus mahasiswa dan bu dosen juga sering nugas di sana jadi petugas Lapas juga lebih mudah memasukan kita ke dalam, tetep pake surat izin sih tapi gak dipersulit. Saya kebagian ambil data untuk petugas bina sarana kerja gitu tapi berhubung baru dibuka koperasi dan lagi pada sibuk (jujur, masuk ruangan aja udah pusing liat mereka kalang-kabut kerja) jadi nunggu mereka makan siang dulu, selama nunggu, saya bantu kelompok lain ambil data. Kali ini saya ambil data untuk bapak yang jaga pintu Lapas.
Berhubung si bapak yang jaga pintu agak sibuk juga jadi saya bacain kuesionernya terus beliau jawab, saya yang contreng jawaban beliau. Si bapak ini demen banget bercanda, saya dibercandain abis-abisan tapi lumayan lah, hiburan. Pas ditanya agama, si bapak jawabnya, “Islam sih, KTP tapi”, selama proses pengisian, si bapak santai banget, dia berulang kali bilang “syukurin aja”. Kuesionernya tenang stress gitu dan si bapak bilang dia jarang banget ngerasa stress. Dia bilang, “syukuri aja sih semua yang saya punya, makanya saya jarang stress”. “aduh eneng pinter yah, kalo udah selesai kuliah, ilmunya dibagi ya ke orang lain, kalo pinter jangan sendirian”, kata si bapak jaga pintu. Terus saya bales, “kalo bagi ilmu kan pahalanya ngalir gak berhenti, bener tuh, pak”. Daaaaaan si bapak bilang, “Hus! Jangan mikirin pahala, beramal yang ikhlas donk, neng, kok mikirin pahala? Gak ikhlas donk. Iya kalo dapet”. Ngek! Saya berasa digamparin bolak-balik pake pintu penjara ama si bapak.
Sebenernya dari kecil emang diajarin untuk melakukan apapun dengan ikhlas. Ibadah, beramal, sekolah, semua harus ikhlas, gak usah ngarep pahala atau yang lain karena Tuhan masih ngasih waktu untuk hidup dengan sejahtera aja udah bagus tapi entah mengapa saya gak sadar kalo akhir-akhir ini saya agak brengsek. Ngaji, solat, beramal, senyum, semua cuma kepingin dapet pahala dari Tuhan. Ibu juga sering bilang, “Udah kamu jadi dosen aja, pahalanya gak akan berhenti ngalir walaupun kamu udah mati”. Sempet mau nurut sama ibu dengan alasan “Pahala” sih. Tapi setelah mendengar perkataan si bapak penjaga pintu lapas, saya berasa kayak abis digampar pake pintu masuk Lapas yang dari besi dan tebel banget pula. Abis itu cuma bisa istighfar, minta maaf sama Gusti Allah gegara lupa untuk ikhlas. Sebagai orang yang bertaun-taun sekolah dakwah dan agama, gue merasa gagal karena sempet lupa sama filosofi beribadah yang gue pegang dari kecil, IKHLAS. Pantesan saya agak stress akhir-akhir ini.
Setelah selesai sama si bapak, saya keliling kantor Lapas buat nyebar kuesioner. Setelah semua selesai, bu dosen berbaik hati ngajakin kita “tur” keliling lapas. Jadi, lapasnya itu terdiri dari 2 gedung, anggrek dan cempaka. Anggrek itu pake seragam kaos biru, anak baru gitu. Cempaka buat yang udah lamaan, kaosnya ijo sama kuning, ada juga yang pake baju putih, itu buat yang udah lamaan lagi dan mulai kerja di kantor Lapas. Sekilas gedungnya kayak sekolahan, ada lapangan, ruang kesehatan, perpus, tempat ibadah, dll. Sel diisi sama sekitar 5-10 orang, yang HIV disatuin dalam 1 sel. Pembagian sel berdasarkan kasus, 70% yang ada di situ, kenanya kasus narkoba. Pernghuni Lapasnya cantik-cantik, dandan, tampangnya seger (dilarang merokok soalnya, jadi gak kucel), bener-bener titik dimana mereka punya kehidupan baru. Jauh dari kesan “Penjara” yang biasa kita liat di TV. Mereka bener-bener dibina untuk bisa kembali ke masyarakat dan gak ngulangin kesalahan yang sama. Keren lah.
Tiap sel, ada WC di dalemnya, katanya biar napi gak mondar-mandir jadi sekali pintu ditutup, yaudah, gak keluar lagi. Kosan saya aja kamar mandinya di luar. Liat Lapas bikin ngerasa kalo tempat itu jauh lebih bagus dari pada kosan saya tapi seburuk apapun kosan saya masih lebih baik daripada Lapas. Saya punya apa yang mereka gak punya, KEBEBASAN. Saya sebagai mahasiswi, memang hidupnya mirip napi. Kuliah-kosan, keluarga jarang jenguk, uang jajan mingguan pake ATM, napi pake deposit atau semacem buku tabungan, jadi kalo jajan di koperasi, mereka tinggal ambil dan nanti dikurangi depositnya, di sana uang gak boleh beredar, ada jam malam di kosan, ya beda tipis lah sama napi tapi saya punya KEBEBASAN. Saya masih ada pilihan untuk ikutin gaya hidup mahasiswa yang macem penjara atau gak, sedangkan napi gak punya pilihan itu.
Saya dan mereka sama-sama sedang dipersiapkan untuk masuk ke masyarakat setelah masa “tahanan” berakhir. Saya kuliah, mereka les bahasa inggris gratis sama relawan bule. Saya praktikum, mereka dikasih pendidikan untuk bersikap. Saya nonton serial TV tiap malem, mereka nonton drama korea untuk melatih emosi (tiap sel ada TV dan DVD player, sama kayak kamar kosan saya). Beda tipis lah jadi mahasiswa sama napi. Dan saya juga ketemu orang yang biasa saya liat di TV atau berita di twitter. Yang nipu asuransi plus udah oplas abis-abisan sama yang nabrak pejalan kaki pake mobil.

Setelah selesai “kuliah” saya mikir, masuk penjara itu bukan hukuman tapi sebuah pembinaan. Penjara bukan untuk mereka yang “jahat” tapi mereka yang membutuhkan bantuan tapi mereka gak sadar kalo mereka butuh bantuan sampe akhirnya mereka dijeblosin ke sana. Kita semua melakukan tindak kriminal apapun, sama kayak mereka, bedanya mereka lebih “apes” jadi ketangkep dan dibina duluan. Mahasiswa sama napi sama-sama lagi dibina untuk “nyemplung” ke masyarakat, cuma lokasinya aja beda dan mahasiswa itu pingin dibina makanya masuk perguruan tinggi, napi itu ditangkep untuk dibina (gak sesuai keinginan). Sistem Lapasnya bagus, mereka gak dihukum tapi dibina. Kagum lah sama sistemnya, manusiawi banget tapi tetep tegas, mirip sekolah asrama. BRAVO!

Rabu, 14 Mei 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Belum Ada Judul

     Kalo lagi sendirian suka mikir seperti apa saya di masa depan, apakah saya akan kece menawa atau malah hanya hancur lebur gak berbentuk, atau mungkin saya masa depan saya sudah pendek keburu nyawa dicabut. selain mikirin masa depan, suka kepikiran juga masa lalu, waktu bareng temen-temen, waktu naik motor pulang sekolah, "nikmatin" nyengatnya matahari ibu kota, waktu masih bersama orang yang sudah tiada, waktu masih memadu kasih dengan yang sudah tidak terkasih, dan mikirin kayak apa kalo semuanya gak berubah hingga saat ini.
 
     Memang kadang perubahan itu suka bikin kita aneh sendiri karena kita belum terbiasa dengan perubahan itu sendiri, kalau perubahan itu sudah menetap dan terjadi perubahan lainnya, semuanya akan terasa aneh seperti sedia kala. Tidak semua orang suka dengan perubahan. Entah karena mereka enggan beradaptasi atau mereka belum siap bertarung melawan ketidakbiasaan yang dialami. Bagi saya, tidak semua perubahan itu baik karena kalau mampu, ketika perubahan itu terjadi, saya ingin membekukan waktu agar perubahanitu tidak terjadi tapi apa daya?
     
     Mengingat apa yang terjadi dalam hidup saya akhir-akhir ini, saya belajar bahwa tidak semua hal yang kita harapkan akan bertahan selamanya itu tidak selalu bisa selamanya. "Kita hanya bisa berusaha tapi Tuhan yang menentukan", kalimat klise orang-orang yang (biasanya) sudah gagal. Saya percaya kalau Tuhan punya rencana lain, saya merasa lebih baik dipisahkan dari pada kita saling munafik di depan wajah orang yang kita sayangi bagai keluarga sendiri. Terlalu lama sudah saya menjadi munafik.

     Bagaimana kalau saya tetap bisa mudah bertemu dengan teman lama saya, saya tetap menjadi "sahabat" yang mereka kenal dulu, yang tidak pernah berubah? apakah semuanya akan baik-baik saja? saya rasa tidak. cepat atau lambat waktu akan memainkan lagunya untuk memberi kita pelajaran. Saya percaya akan karma, saya percaya apa yang saya alami adalah balasan dari apa yang saya perbuat ke orang lain. saya percaya kalau saat ini saya merasa sedih karena saya pernah menyakiti orang lain dengan sangat buruk. Tinggal tunggu waktu mengajak bermain.

     Bagaimana kalau saya tetap bersama dengan dia yang terkasih hingga detik ini? tidak menjamin bahwa saya akan tetap bahagia seperti dulu, tembok yang kian tebal, jarak yang belum sanggup dijangkau, kepercayaan yang kian menipis, dan sekali lagi, waktu yang tak bisa diselaraskan.

     Pelan-pelan kita belajar menerima perubahan, mengikuti apa yang mengalir tanpa banyak tanya yang terlontar. Kenyataannya, kita selalu bisa melihat pelajaran dari semua perubahan yang terjadi, baik mau pun buruk, bukan? Lama-lama perubahan itu berubah menjadi kenangan indah di masa depan. Pertanyaannya, ada kah keinginan untuk melihat hal itu sebagai sesuatu yang indah terlepas dari semua air mata yang terlanjur jatuh atau terusap tangan?

Senin, 03 Februari 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

BALADA KKN (KULIAH KERJA N...)

wajah rekan KKN sengaja disensor untuk melindungi identitas si empunya wajah, kan gak sopan maen upload muka orang tanpa seizin yang punya muka

Oke, semacem lagi trending topic nih bahas KKN, apa lagi di lokasi saya penuh skandal gitu. Mulai dari skandal jepit sampe skandal gunung (iye tahu ini garing, yaudah sih!). Jadi KKN itu sebenernya singkatan dari Kuliah Kerja Nyata tapi si huruf “N” ini fleksibel kok, kalo saya sih jadi: Kuliah Kerja Ngajar, Kuliah Kerja Nganggur, Kuliah Kerja Nyikat lumut, Kuliah Kerja Nguping, Kuliah Kerja Ngaji, dan Kuliah Kerja Ngusir dedemit. Kegiatan ini diadakan selama 1 bulan di musim liburan kuliah. Buat saya sih ini merupakan suatu tantangan gila, 1 rumah dengan 16 orang lain tak dikenal dan tanpa privasi itu GILA!

Universitas berharap agak kami para mahasiswa bisa berbaur dan belajar merakyak gitu tapi faktanya, kegiatan ini lebih berfungsi untuk ajang pengisi waktu luang di kala libur panjang. Setidaknya dapet nilai dan kegiatan ini berbobot 3 SKS jadi hayuk lah biar IPK meroket. Di sini saya akan bahas perminggu, soalnya kalo dibahas perhari itu sama aja kayak buat laporan tugas.


MINGGU 1
THE AWKWARD WEEK

Dijeblosin di 1 desa yang jauh dari mana-mana dan gak bersinyal bersama dengan 9 wanita dan 7 pria lainnya dalam 1 rumah itu awkward-nya minta ampun. Belom lagi, saya gak kenal mereka semua walau 2 di antaranya adalah adek kelas saya waktu SMP. Penyusunan piket masak, piket bersih-bersih, lapak tidur, bersihin rumah, masang pompa air (hari pertama kita gak punya air), adaptasi sama sekitar, bersihin panci (maklum, rumah kosong gitu), ya full adaptasi lah.  Hari ke-2, kita survey keliling desa. Ibarat lagunya Ninja Hatori, “Mendaki gunung… mendaki gunung… mendaki gunung.. tukang surabi.. mendaki gunung.. (ulangi sampe bosen)”.

Dan di minggu pertama ini, kita mulai mengunjungu SD buat ya cari tau lah… buat ngajar gitu plus PENGAJIAN! Desa ini seneng banget pengajian, gak masalah sih tapi agak puyeng aja karena emang ceramahnya pake sunda lemes yang bikin lemes~


MINGGU 2
NGAJAR, NGAJI, NGAJAR NGAJI

Mulai nih jadi guru, Guru SD sampe Guru Ngaji. Bocah desa itu asik kok, Cuma jam mainnya aja agak kurang teratur tapi overall ya cukup menyenangkan. Kisah di minggu ke-2 ini mulai ada sinetron… cinlok… dan cilok (Cengo dI LOKasi). Tabiat asli rekan KKN mulai terlihat. Yang mana yang asik dan yang mana yang rada eshol tapi ya tahan aja, kalo kesel ya minimalisir kesel lah, males kalo serumah punya musuh kan. Jadi jaga diri, jangan ikutan jadi eshol.

Ortu rekan KKN mulai berdatangan selayaknya penyelamat lauk untuk makan. Dan jalan-jalan ke kota itu sangat lah menyenangkan.

Udah mulai terbiasa sama keadaan dan mulai sayang ke sesame rekan, buat yang sayangnya berlebihan ya berakhir cinlok lah, yang sayangnya belum berlebih biasanya mulai menganggap reka sebagai keluarga. Mulai punya “grup” sendiri, bukan grup juga sih tapi lebih ke orang yang lebih dekat.
Kisah cinta mulai gak mentok antara 2 manusia tapi mulai melibatkan banyak manusia dan mungkin nampaknya kisah itu hina tapi melihat keadaan, menurut saya gak hina karena kita serumah (tapi tetep aja drama dan annoying)


MINGGU 3
GOODBYE

Seharusnya kita ada di sana sampe sekitar 30 hari tapi di minggu ketiga, kita “diusir” oknum. Yang jadi masalah bukan diusir tapi kita pergi kurang terhormat. Perasaan bersalah karena kita kurang sopan pergi kayak gitu dan perasaan bersalah karena kita belom bisa ngasih banyak.

Saya merasa kalo warga itu udah baik banget sama kita tapi apa daya, takdir berkata lain. Walau Cuma 3 minggu, saya belajar banyak di sana terutama soal “Jujur Pada Diri Sendiri” dan “Berdiri Sendiri” karena selama di sana, penting banget untuk hidup bergantung sama diri sendiri, bukan sama siapa pun. Ya, mereka membantu tapi sisanya kita harus usaha sendiri. Gak akan cukup kata “terima kasih” buat diucapin atas pelajarannya. Buat para rekan dan semua warga termasuk si “oknum”. Gak akan pernah bisa belajar kayak gini di kampus atau di sekolah, semua namanya pengalaman.




Terima kasih untuk semuanya, saya sadar kalau saya masih bodoh. Sekali lagi Terima Kasih dan semoga kita gak KKN lagi.

Sabtu, 23 November 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Renungan di Rumah Sakit

si Sekar kena tifus lagi.
jorok sih dia, gaya hidupnya sok sibuk!
Iya, jadi selama 4 hari 3 malam saya dirawat di sebuah rumah sakit di deket rumah karena TIFUS. Sesungguhnya ini tifus yang ke-3. Pertama kali kena, kelas 2 SD plus demam berdarah waktu itu. Lalu kelas 12 pas mau UN dan kemarenan. Sebelum di rawat inap, saya rawat jalan selama 1 minggu. Selama rawat jalan, ternyata si Antibiotik gak ampuh ngelawan bakteri tifus dan malah jadi makin parah karena diarenya gak akan stop sebelum muntah. Jadi selama 3 hari, saya baru bisa tidur kalau sudah muntah.
Selama di rawat itu, gak banyak keluarga yang jenguk dan lebih sering sendiri di kamar jadi istirahat full. Tau sendiri kan kalo keluarga pada jenguk itu sekali dateng bisa sekampung dan gak pulang-pulang, jadi saya minta buat lebih sering sendiri di kamar. Agak bosen juga sendirian di kamar, cuma didatengin suster buat suntik antibiotic, obat mual, makan, atau dikasih obat tablet gitu. Dan saya jadi banyak merenung di kamar, inilah hasilnya:
  •       Sebaik-baiknya BAB adalah BAB yang pake sedikit ngeden dan padat
Diare itu menyiksa apa lagi kalo doi muncul tanpa peringatan, suka agak parno sendiri kalo perut udah krucukan, takut pup di celana gitu. Sekalinya diare ilang, pup pake ngeden entah kenapa itu berkah banget karena gak berasa cair, lebih berasa gitu sehatnya.


  •       Sebaik-baiknya kentut adalah kentut yang gak pake “ampas”
Jelas, kentut itu gas dan gak perlu ekstra lainnya. Selain males nyuci ini-itu, bau, lengket, berasa kayak bayi, dan berasa lagi sakitnya. Kentut itu nikmat asal keluarnya gak di dalem selimut ya, soalnya baunya ketahan jadi lebih “berasa”. gas kentut itu mengandung sulfur, sulfur itu bagus buat kulit tapi gak berarti kudu kentut di dalam selimut juga karena sulfur itu belerang dan belerang itu baunya merusak pernapasan. jangan belagu dan sok kuat kamu pake sok-sok nyium bau kentut sendiri. itu baru baunya, belom ampasnya. kayaknya soal ampas gak usah saya bahas, terlalu "iyuh" sih ya.

  •       Makan itu enak
Selamat sakit, saya kudu diet makanan lembek dan gak boleh makan sayuran dan buah plus jangan banyak garam. Cuma bisa bubur hambar pake abon dikit, gak boleh minum jus, dan sari kacang ijo. Iya, nyiksa. Liat makanan di TV itu rasanya mau makan banyak banget taopi gak bisa. Selagi bisa makan enak, makan deh. Tuhan itu baik banget karena udah nyiptain berbagai umat yang pinter banget masak, manfaatin mereka! MAKAN!

lempar jeruknya
tangkap cintanya

  •            Sayur dan buah itu surgawi
Ketika Cuma bisa akan makanan hambar (itu juga kadang baru sesuap udah diare atau muntah), buah dan sayuran itu jadi punya rasa tersendiri. Selama di RS makan buah Cuma semangka sama pisang. Saya kurang cairan dan karbohidrat jadi diskon boleh makan semangka sama pisang dan itu rasanya jadi 100000000x lebih seger, manis, dan enak. Selama ini makan kayak biasa aja dan kita cuekin tapi setelah sakit begini, mereka terasa jauh lebih enak. Saya janji bakal rajin makan sayur dan buah deh.


  • Jangan belagu kalo sibuk, ngaso itu penting
Dipikir keren apa hidup sibuk, lupa makan, pulang malem, banyak kegiatan, rapat ini-itu, bahkan begadang? Ya keren sih sebenernya tapi efeknya SANGAT TIDAK KEREN! Sebisa mungkin hidup jangan terlalu sibuk. Kalo terpaksa sibuk ya waktu makan dan istirahat jangan sok diganggu gugat. Makan dan istirahat itu justru yang penting. Bro, kita manusia ya dan ngaso itu enak, manfaatin waktu ngaso yang kita punya walau cuma bisa sekedar merem-merem centil
. Masih muda tapi badan udah rontok, gak asik itu. Masih muda, nikmatin tenaga yang melimpah ini sebelum usia uzur. Jaga kesehatan!


sementara ini, itu dulu isi renungan saya. Banyak sih tapi baru inget segitu. Tar kalo inget lagi ya ditulis lagi deh.

Sabtu, 12 Oktober 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Life vs Zombie

Titik terendah dalam hidup itu waktu kegiatan kita itu-itu aja sampe gila. Bangun, kuliah, istirahat, kuliah, pulang, nugas, tidur, bangun, kuliah, istirahat, kuliah, pulang, nugas, tidur, terus sampe gila. Iya, sampe gila.

Sebagai orang yang cepet banget bosen, kehidupan kayak gini yang bikin saya menderita. Semacem zombie yang jalan udah kayak orang teler dan gak ngerti lagi apa itu hidup. Biasa hidup hectic macem ABG baru jadian (semuanya sibuk buat pacar baru) lalu kegiatannya kelar daaaaaaaan…. saya gabut lagi. Punya banyak kegiatan itu bagus lah buat ngisi waktu luang dan ngabisin tenaga jadi gak perlu nonton DVD marathon dan meratapi kehidupan yang semacem zombie ini.

Hidup itu menyenangkan. SANGAT MENYENANGKAN. Suka gak ngerti sama orang yang betah punya hidup datar dan gak ada hal yang gila gitu. Semacem zombie yang jalan tanpa perasaan. Seneng kagak, sedih kagak, bingung kagak, kayak orang lagi mabok etil. Gak peduli di sekitar kita ada bom atau Britney Spears lagi joget, ya jalan lempeng aja. Lurus, gak belok, gak nengok, dsb.

Kalo nonton film atau serial TV, kayaknya kehidupan tokohnya itu seru banget. Bahkan Zombie di The Walking Dead masih lebih seru dari pada hidup saya. Kesian banget hidup kisahnya dikit jadi kudu cari kegiatan yang banyak biar kisahnya juga banyak. Gak nutup kemungkinan Cuma lewat ikut kepanitiaan kampus, pas pulang bisa berantem lawan teroris atau tetiba ditembak cowok paling ganteng dan badass di kampus. Kemungkinan selalu ada asal mau dicari di waktu yang tepat. Bisa aja sekarang saya ngetik sok bijak dan sok pinter di blog terus abis ini direkrut jadi prajurit buat Khaleesi Daenerys Targaryen.

Tapi seriusan, ketika semua selesai, hidup mendadak jadi abu-abu dan semua hal buruk yang saya pikir udah ilang, pada mudik ke otak saya lagi.

Pulang kuliah dengan tatapan yang kosong lagi…. Hmm… no! mari kita cari gara-gara!

Bosen hidup ah kalo pada akhirnya bakalan semakin waras dan kehilangan warna dalam hidup.

Kamis, 13 Juni 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Bukan Buat Kamu Yang Sedang Jatuh Cinta

kadang pernah kepikiran gak sih apa yang dilihat tentang kita ama orang yang kita taksir? apa doski juga demen sama kita atau malah ternyata dia anti banget sama kita. buat saya ini menarik soalnya mayoritas dari kita agak males nanya sama orang yang kita suka itu kayak apa sih kita di mata dia. ya tingkat keberanian orang itu beda-beda tapi daripada kamu penasaran kan mending nanya.

tapi beneran deh, kalo saya sih pas lagi naksir orang nih ya.. setelah beberapa lama saya suka kepikiran, sebenernya kayak apa sih saya di mata orang itu? apa saya ini orang yang menarik atau cuma cewek biasa atau bahkan sama sekali gak menarik bahkan aneh? cuma kalo saya mah ya nanya... "menurut lo, gue gimana sih? gue terima jawaban apapun" walau kadang saya juga tau kalo jawabannya gak 100% valid. cuma setidaknya saya mah nanya daripada penasaran kan? ya buat sebagian orang, mengungkapkan perasaan termasuk rasa penasaran itu cukup tabu, padahal mah gak apa-apa. 

terus pernah kepikiran gak sih kalo di luar sana ada orang yang tergila-gila sama kita kayak kita tergila-gila sama seseorang yang kita suka gitu? orang itu mikirin kita, galauin kita, pokoknya demen lah. kayak apa ya rasanya dipikirin orang laen selain keluarga ama temen sendiri? 

nah, kalo misalnya kamu tau siapa orang itu, mau kamu apain? kalo saya sih saya baik-baikin. jarang loh ada yang mikirin saya, kalo saya juga suka ya tembak aja, kalo saya gak suka ya pasang senyum manis terus jeblosin dia di friendzone.

jadi kalian pernah kepikiran hal kayak gini gak sih?

Rabu, 12 Juni 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Balada Liburan Mahasiswa

Liburan merupakan berkah Tuhan yang super keren karena kita (terutama anak rantau) bisa memperwaras diri sambil memperbaiki gizi yang selama sekian bulan sudah setara dengan anak-anak kasian di video-video yang diharapkan menggugah simpati dan empati manusia yang malihatnya. kasian lah pokoknya! Nah, liburan itu juga bisa jadi ajang PDKT yang tertunda sama temen lama atau ajang REUNIAN dan kongkow bareng geng lama jaman kita masih alay. YES!

namun entah mengapa.. kegiatan hari libur ketika jadi mahasiswa tak seindah ketika kita masih SD-SMP-SMA dan sederajat karena saya gak tau ini konspirasi atau apa tapi HARI LIBUR DI UNIVERSITAS ITU BEDA-BEDA! *nyemburin api*. kita udah libur nih atau minggu tenang lah misalnya, eh anggota geng jadul kita beloman pada libur atau udah pada masuk. aduuuh... kita mahasiswa ngumpul gak bakalan demo kok, kita cuma mau reuni. elaaaaah...

maksud hati hanya ingin melihat engkau yang telah lama tak kulihat di dunia nyata tapi apa daya jadwal kita berbeda. liburan memang satu, kita yang tak sama. kadang itu juga jadi masalah. kita udah sama-sama libur nih, terus adaaaa aja masalahnya jadi gak bisa ketemu. ya SP lah, ya magang lah, ya KKN lah, ya apa lah pokoknya ada. 

apa perlu kita semua buat petisi ke pemerintah biar Hari Libur Mahasiswa se-Indonesia dibikin serempak sama semua biar kita gampang kongkow sama temen lama? ini masalah serius lho!
0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Truth (bukan duo Titi Dj dan Ruth Sahanaya yah!)

Saat ini kebanyakan orang selalu mau cari tau tentang kebenaran apa aja, dunia, sains, cinta, dan lain-lain. mayoritas manusia itu mengagungkan kejujuran, mereka sok-sok mau tau kebenaran dalam hidup meski kadang ketika tau kenyataannya mereka malah denial. Ngek! sebagian besar dari mereka selalu mengejar apa yang mereka sebut kebenaran meski akhirnya mereka membuat pembenaran sendiri.

di jejaring sosial, televisi, dan media lain, manusia seakan berlomba menyebarkan kebenaran meskipun akhirnya kita semua akan tau kalau itu semua hanya kebohongan belaka. Manusia sok kuat itu selalu berusaha terlihat tetap logis dan kuat padahal kenyataan menampar dan menginjaknya hingga sangat hina saat itu.

fakta menyebutkan bahwa saya masih bodoh, saya masih menutup otak dan perasaan rapat-rapat dari informasi yang berdatangan (mungkin kalo duit yg datang, otak dan perasaan saya akan terbuka lebar, begitu pun dompet saya). dari sekian persen orang yang haus kenenaran itu, ketika mendapatkan kebenaran yang ia cari selama ini, mereka memilih untuk pergi dan menutup diri dari si pemberi kebenaran itu. mengapa? karena mungkin kebenaran itu terlalu pahit bagi mereka, mereka terlanjur senang dan bahagia dengan kebohongan yang mereka rasakan jauh sebelum kebenaran menuntut pintu hati dan pikiran mereka.

selain yang menjauh dari kenyataan, ada juga yang memilih membunuh kenyataan itu dengan cara membuat kenyataan sendiri. ya, otak manusia yang begitu hebat bisa membuat suatu hal imajiner menjadi begitu nyata hingga kita lupa bahwa hal tersebut adalah imajiner atau tidak nyata. semua telah dirancang dalah sistem pertahanan diri manusia, manusia tinggal memilih untuk mengaktifkan salah satu atau beberapa dari sekian sistem yang mereka miliki ketika mereka merasa bahwa ancaman dari kebenaran begitu besar dan kuat sehingga mereka tidak sanggup untuk sekedar berkenalan sejenak dengan kebenaran itu.

sebenarnya apa yang mereka inginkan dari kebenaran itu sehingga mereka mampu mengendalikan dari kebenaran itu sendiri? kebohongan itu neraka rasa surga sedangkan kebenaran itu jalur neraka menuju surga. 

kebenaran itu gak akan pernah ada tanpa kebohongan, begitu pun sebaliknya. mereka sepasang namun tak pernah bersama karena semua datang ketika yang lain pergi. mereka tidak saling melengkapi, hanya saling mengisi setiap pilihan yang kita miliki. seperti halnya baik dan buruk yang berdapingan tapi tidak pernah bersama, kebenaran dan kebohongan itu sendiri membuat manusia semakin berkembang dan berevolusi menjadi manusia yang lebih sempurna. tidak memperburuk satu sis tapi hanya memanfaatkan sisi yang ada. manusia tidak akan berhenti mencari kebenaran untuk membangun atau bahkan menjatuhkan kebohongan atau untuk membuang kebenaran lama yang telah mereka dapatkan.

Selasa, 11 Juni 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Aduh, Saya Masih Bego!

Gak cuma sekali-dua kali saya kena masalah sama temen tentang hubungan percintaan. entah filosofi saya yang kelewatan simpel atau gimana atau gimana atau gimana saya belom bisa paham. pengalaman berpacaran udah ya cukup banyak dan cukup bervariasi tapi masih gak ngerti kenapa orang pacaran kayak gitu.

kayak gitu gimana sih, kar? ya kayak gitu! kalian kalo pacaran ngapain sih?


saya gak memimpikan kontak fisik atau apa tapi di otak saya, pacaran itu melakukan hal seru bareng (padahal sendiri atau sama temen juga bisa) kayak ya... kalian tau Bonnie and Clyde? ya pacarannya seru, sambil ngerampok bank gitu. atau kayak Chuck Bartowski dan Sarah Walker, pacaran sembari membasmi kejahatan gitu. pokoknya pacaran yang seru lah, gak cuma ketemu ngobrol ha-ha hi-hi mending langsung maen Laser Tag kayak Barney & Robin.

dan saya pribadi masih belom paham esensi nurut sama pacar karena... ya pacar bukan bapak atau suami atau om, kecuali pacar kamu om-om, kan dia lebih tua, kali pengalaman hidup lebih banyak kan?

ah gak romantis lo, kar! -- najis, lo mah gak tau cinta! -- kebanyakan ditolak laki lo, kar! 


percayalah wahai kaum Muggle, gue tau apa itu romantis (saya nangis lho denger lagu Dodiri Od Stakla-nya Nina Badric)

saya tau apa itu cinta dan saya tau rasanya jatuh cinta (dan mendadak goblok gegara cinta)

aelah ditolak cuma 2x dari 2x nembak sih! gak banyak!

tapi seriusan, saya gak minta diajarin kenapa semua kayak gitu, saya cuma mau bukti kalo pacaran kayak kalian itu seru. saya cuma pingin bisa ngerti biar gak goblok-goblok banget kalo ngomongin ginian ama kalian. biar komentar saya gak logis-logis banget. kan cinta itu gak punya logika sedangkan buat saya semua ada logikanya. 

entahlah.... 

Selasa, 26 Maret 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Antara "Aku" dan "Kamu"

waktu SMP, saya pernah nanya sama temen saya, "eh kenapa sih kalo orang pacaran manggilnya musti aku-kamu bukan yang lain?" nah kebetulan temen saya ini sedikit lebih berpengalaman soal ginian, dia bilang, "biar formal gitu, kar".

semakin saya besar, dewasa, dan cerdas, saya mikir... biar formal? kata aku-kamu itu gak formal yang formal itu saya-anda. TEMEN SAYA SALAH! musti bahasanya remed mulu nih anak. kalo emang biar formal, pacaran itu cuma formalitas donk? saya masih bisa terima kalo dia bilang biar cute atau apalah tapi biar formal? aw come on...


jadi fenomenanya adalah ketika kita punya pacar, kebiasaan pake slang language sejenis 
"gue-lo" itu tergantikan oleh another slang language macem "aku-kamu". gak salah sih, bebas aja , suka-suka kamu tapi kamu harus inget juga kalo "aku-kamu" bukan bahasa baku, ya, yang baku itu "saya-anda". saya sih gak masalah untuk ngomong sama pasangan pake aku-kamu tapi kamu juga harus cerdas dan jangan mau dibodohin sama perasaan yang kabarnya bernama "cinta" itu. 

faktanya masih banyak orang yang menyalah gunakan "aku" dan "kamu sebagai salah satu alat flirting yang terbukti cukup ampuh saat ini. cuma sedikit lebih halus dari gue-elo tapi efeknya gede juga. biasa ngomong pake gue-elo terus ada lawan jenis nyapa kamu pake aku-kamu, saya yakin kamu cukup deg-degan ditempat. ya, bisa aja karena kamu ngerasa aneh dan gak biasa tapi ada sedikit rasa GR juga kaaaan... ngaku deh....

aku-kamu juga salah satu sapaan yang biasa dipake kaum hawa, mungkin karena itu sedikit lebih halus dari gue-elo. kalo udah nggosip pake aku-kamu tuh rasanya wanita banget gitu kayaknya, abisan saya lebih sering denger orang nggosip bilang "ih, aku tuh gak suka banget deh kalo si A jalan sama si B, mendingan sama kamu aja tuh, lebih cocok gituh. aku juga kemaren liat si C pake baju yang sama kayak kamu pake tempo hari, oh god... gak pantes deh" misalnya gitu. jarang saya denger "ih, gue tuh gak suka banget deh kalo si A jalan sama si B, mendingan sama lo aja tuh, lebih cocok gituh. gue juga kemaren liat si C pake baju yang sama kayak lo pake tempo hari, oh god... gak pantes deh" terdengar lebih maskulin bukan? iya kali nggosip kayak gitu.

kadang lebih nyaman kali ya kalo pake bahasa inggris, tinggal sebut "you" dan "me/I" itu lebih manusiawi karena lebih universal tapi apatah daya Bahasa Indonesia memiliki peraturan khusus dalam hal ini.

saya rasa saat ini harus mulai dipilah mana yang boleh pake "aku-kamu", "saya-kamu", "saya-anda", "gue-elo", dan sejenisnya agar tidak ada kesalah pahaman dalam memiliah perasaan. kok bahasanya gak enak ya?
ya.. pokoknya begitu deh. kadang rada risih kalo ada senior atau junior yang bilang "aku-kamu" ke saya soalnya saya terbiasa pake "saya-kamu" atau "saya-kakak" ke junior dan senior. gak salah juga sih cuma masih belum terbiasa aja. udah mau 3 taun kuliah masih aja belum terbiasa.

kalo misal boleh bikin aturan sendiri nih, kalo ama gebetan mending pake "aku-kamu" atau "gue-elo" atau yang lain? ya biar gak ke-GR-an gitu atau profesionalitas, atau apaan terserah. mending gimana?




Jumat, 26 Oktober 2012

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Karena menjadi brengsek itu tidak mengenal gender

pada dasarnya menjadi individu yang brengsek itu adalah hak setiap manusia gak peduli kamu itu laki-laki atau perempuan. kalo menurut kamu yang tukang PHP (Pemberi Harapan Palsu) itu hanya kaum adam, kamu salah karena perempuan juga suka begitu bahkan kadang lebih parah. mungkin kamu yang kaum hawa gak ngeh kalo sebenernya kamu sama brengseknya dengan kaum adam yang selama ini kamu sebut-sebut sebagai penyebab dari sakit hati kamu. dengan kamu menyebut mereka begitu, apa kamu sadar kalo di luar sana ada seorang pria baik hati yang ngejar-ngejar kamu tapi dia gak bisa maju lebih lanjut karena kamu terlanjur ngejar-ngejar pria lain, yang bahkan mungkin gak tau kalo kamu ada di dunia ini.

dan untuk kamu pria-pria yang kerjaannya tarik-ulur hubungan, kamu pikir kita layangan?
iya saya tau kalo perbandingan laki-laki dan perempuan di dunia emang kebanyakan perempuan sehingga kita harus sedikit lebih keras untuk menangin hati kaum adam tapi... gak gitu juga. kita sama-sama manusia, kalian gak bisa seenaknya mainin perasaan kita. kita mikir lebih pake perasaan daripada pake otak kayak kalian. kalian kan gak suka diperlakukan selayaknya layangan walaupun mungkin kalian hobi main layangan karena seru kalo ngadu tapi kaliab tetep bukan layangan. cepat atau lambat, jari kalian akan berdarah dan luka gara-gara benang layangan. dan cepat atau lambat layangan kalian akan putus dan jatuh ke tangan orang yang bakalan mainin layangan itu dengan lebih hati-hati dan lebih merawat layang-layang itu. terus kamu tinggal manyun soalnya layangan itu harganya mahal dan bagus. kamu sih maininnya kasar. atau layangan kamu harus kesangkut di tiang listrik atau pohon. ya intinyajangan mainin perasaan perempuan.

dear girls, sesekali liat teman-teman pria yang mungkin secara gak sadar kamu jeblosin mereka ke wilayah friendzone atau familyzone, sesekali liat deh pria yang perhatian sama kamu, jangan mau buta sama siapa yg kepingin kamu perhatiin dan kamu sayang. perhatiiin juga mereka yang sayang kamu. dan jangan mainin perasaan kalian karena kamu juga gak suka kan kalo dimainin sama pria yang kamu suka.

dear boys, kita tau jumlah kita melebihi kaum adam di dunia ini tapi tolong hargai kamu. kamu gak suka kan kalo kita mainin jadi please jangan mainin kita juga. maaf kalo kamu kejeblos ke friendzone/familyzone. kenapa kamu gak bilang kalo kamu naksir? kenapa kamu diam? kita gak akan tau kalo kamu suka sama kita kalo kamu diem aja,. budaya Indonesia gak membiasakan kita untuk maju duluan dalam cinta jadi maaf, please, maju duluan.




Sincerely. seorang teman yang suka panas sendiri kalo denger temennya curhat

Minggu, 30 September 2012

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Esensi dari Permainan Masa Kecil


Seperti yang kita ketahui kalo masa kecil itu turut serta dalam membantu perkembangan kepribadian dan pola pikir kamu. Barusan saya abis kongkow ngerjain tugas bareng seorang rekan gitu dan kita berbincang panjang lebar tentang beberapa hal dan salah satunya tentang esensi permainan masa kecil. Di sini gak ada maksud untuk menyindir apapun dan siapapun, bila anda merasa tersindir, ya maaf. Yap, saya akan bahas beberapa permainan ngetop jaman saya kecil dulu, jaman taun pertengahan 90an hingga pertengahan tahun 2000an. Mangga disimak...

  • KUDA TOMPLOR/KUDA TOMPROK
sebagian dari kamu mungkin mengenal permainan keren ini dari jaman SMP atau SMA. Mainnya sih simple, seperti yang kamu lihat di gambar, kamu kudu dibagi menjadi 2 tim. Tim jaga dan Tim lompat. Tim jaga tugasnya, 1 orang berdiri biasanya nyender tembok, sisanya? nungging membuat barisan ke belakang. Tim lompat itu tugasnya lompatin tim nungging, kalo semua udah lompatin tim nungging, suit deh sama leader tim nungging yang berdiri. Kalo tim jaga menang, tukar posisi! Tim jaga jadi pelompat dan tim pelompat kudu nungging. sebaliknya, kalo tim lompat yg menang, tim jaga tetap nungging. lalu apa esensi dari permainan ini? permainan ini sangatlah menghibur terutama buat kamu yang bosan dengan rutinitas sekolah, permainan ini juga melatih kelincahan, kekuatan fisik, strategi, dan skill suit kamu, kebersamaan, perut sixpack karena ngakak, dan gotong royong. resiko dari permainan ini ya celana kamu sobek sama sakit punggung palingan, paling pait ya dihukum guru. permainan ini gak sexist karena cewek juga suka main, contohnya saya, waktu SMP dan SMA saya suka banget main ini tiap jam pelajaran kosong.

  • DONAL BEBEK
"Donal bebek, maju satu langkah, mundur tiga langkah!"

saya yakin kamu pasti familiar dengan kalimat itu. aturannya sih mudah, kamu ucapkan dan lakukan apa yang ada di kalimat itu terus kamu gambreng, yang menang gambreng boleh lompat nginjek kaki temen kamu. buat nginjek kamu cuma dikasih kesempatan lompat satu kali (atau sesuai dengan perjanjian sama temen kamu). sangat mengasyikan tapi kamu tau gak apa yang diajari permainan ini ke kamu selain kelincahan dan kelihaian kamu dalam bergambreng? esensinya adalah mengajarkan kamu untuk menghindar ketika kamu dikejar! maksudnya? jadi maksudnya itu ketika ada orang yang naksir kamu ya setiap dia maju, tugas kamu adalah menghindar. kenapa? ya menghindar aja... itu tugas sebagai pihak yang ditaksir kan? jadi kalo kamu susah dapetin orang yang kamu suka, hati-hati, siapa tau dulunya dia hobi main donal bebek atau dia adalah sopir angkot yang hobi ngetem, maju satu langkah mundur 3 langkah.
  • ULAR TANGGA
Ular Tangga, permainan seru yang gak bikin kamu kepanasan kecuali kamu mainnya di dapur pas mama kamu masak atau di tengah lapangan pas siang-siang. boardgame ini sangatlah melegenda hingga hari ini, selain harga murah, permainan ini juga bisa dimainkan hingga 4 orang! permainan ini harus pake dadu mainnya, kadang ada yg pake 2 dadu, kadang cuma 1. tugas kamu adalah jalan sesuai angka yang ada di dadu yang kamu kocok sampe finish, kamu wajib turun kalo kena ular dan naik kalo kena tangga. misal kamu ada di nomor 62 dan finish di nomor 64, kan kamu cuma butuh 2 angka buat menang tapi dadu kamu ngeluarin angka 3... maka kamu harus maju 2 langkah dan mundur 1 langkah dan ketemu uler.... mundur sampe nomor 14. lalu apa esensinya? selain keahlian kamu dalam mengocok dadu, kesabaran kamu dalam melangkah, ketabahan kamu dalam membangkitkan diri ketika kena si ular,  adalaaaaah.... SEBERAPA SABARNYA KAMU DIBERI HARAPAN PALSU SAMA DADU. kamu udah deket sama finish terus si dadu ngasih angka berlebih jadi kamu kudu mundur. coba cek orang yang kamu taksir, PDKT udah hot banget, tinggal tembak, eh si doi ngasih perhatian berlebih..... ke orang lain, so kamu harus mundur donk dan harus sabar buat sampe finish lagi. udah deh main yang lain aja!

  • NENEK GERONDONG
"Tok tok tok"
"siapa?"
"nenek gerondong..."
"mau minta apa?"
"mau minta ubi"
"ubinya baru berdaun satu"
"tok tok tok"
"siapa?"
"nenek gerondong" (terus aja sampe si ubi berdaun sejumlah pemain yg main permainan ini.)
permainan ini dulu saya tau dari buku KESENIAN JAKARTA pas SD. masih ada gak sih mata pelajaran Kesenian Jakarta sekarang?
seperti layaknya kuda tomplok, kamu dituntun untuk berjejer kebelakang tapi gak nungging, kamu kudu duduk atau berdiri kayak di gambar. biasanya sih ini dimainin sama anak cewek. sadisnya, pas ubinya berdaun sejumlah pemain, pemain yang ada di barisan paling belakang kudu ditarik sama si pemeran nenek gerondong terus tarik sampe abis dan tinggal pemain yang pegangan ama tiang. ngapain maen ginian? permainan ini melatih kerja sama lho dan seberapa kuatnya kamu dalam bertahan ketika kamu ditarik. esensi dalam hidup kamu saat ini adalah seberapa kuatnya kamu untuk mengejar cita-cita kamu meskipun kamu ditari-tarik sama kenyataan, kamu harus kuat bertahan demi cita-cita kamu itu. ih keren yah.... itu menurut saya lho!

  • GARUDA PANCASILA
garuda pancasila
akulah pendukungmu
satria baja hitam
pak tani punya ayam "petok petok"
pak tani punya itik "kitik-kitik"
pak tani jadi patung!

demi apapun saya bingung kenapa dulu saya suka main ginian! liriknya aja udah ngaco, abis garuda pancasila terus ke satria baja hitam... oke... pahlawan, patriotisme, terus apa hubungannya sama PAK TANI PUNYA AYAM AMA ITIK? PAKE JADI PATUNG PULA? ada apa inih??? pantesan generasi bangsa makin hari makin gak jelas hidupnya, main aja model begini. oh no!!! hayo ngaku, kamu suka main ini juga kan? coba apa esensinya? permainan ini juga ngajarin bullying. di awali dengan salah satu pemain yang jongkok di kelilingin oleh teman-temannya yang berdiri dan bernyanyi. pas bagian petok-petok kepala kamu dibantai, pas kitik-kitik kamu dikelitikan sampe gila terus temen kamu jadi patung. APA COBA? ini termasuk bullying! kok kamu mainnya gitu sih? jahat ah! pantesan negara ini makin semrawut, anak mudanya aja main ginian, udah ngemodifikasi lagu kebangsaan seenak jidat, kagak nyambung, pake bullying juga. ah kamu mah!