Tampilkan postingan dengan label cuma curhat aja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cuma curhat aja. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Desember 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

1920: Sebuah Era Hidupnya Sekar

Berhubung mayoritas umat (termasuk emak-bapak) bilang bahwa saya adalah manusia tak bertanggung jawab, pemalas (ini bener pisan), egois, dan gak bisa ngatur waktu + prioritas, maka dengan cerdasnya, saya ngelamar kerja di 1920 Barber & Bar deket kampus sebagai seorang BARTENDER! Dengan ilmu dan skill yang minim saya nekat. 2 kali ngelamar, pertama ditolak, lalu daftar lagi dan diterima, dengan janji di lamaran yang kedua, janji sama Tuhan kalo BOS SAYA GAK AKAN KECEWA SAMA SAYA! sekarang bahas pas udah keterima kerja aja deh.
alkisah saya merasa begitu bokek dan butuh suntikan dana lebih, gak mungkin minta orang tua karena emang udah berjatah gitu uang saya. Lalu bagusnya saya keterima kerja jadi bartenderdi deket kampus. part time ceritanya. Modal saya cuma bisa sepik (dan ternyata skill ini berguna buat jualan), anak psikologi (yang curhat banyak lho), dan bisa masak, faktanya skill masak cuma kepake buat bikin sirup minuman. udah cuma itu yang saya bisa. daftar kerja di sono buat orang macem saya itu 100% NEKAT! untung pak bos menerima saya...

i love you, pak bos...
hal yang bisa bikin saya panik itu sebenernya adalah ada di lingkungan baru dan ketemu orang baru, kerjaan model begini nuntut ketemu orang baru terus. dengan prinsip hidup "Fuck This Shit!" jadi gue jalani semuanya dan persetan dengan perkara saya males ketemu orang baru. saya butuh uang walau sedikit dan saya butuh kerjaan, nganggur bikin saya gila. 

setelah dijalanin ya ternya gak seburuk itu ah, gak seburuk yang saya pikir, saya malah jadi belajar banyak di sana. saya belajar cara bikin semacem kontrol stok barang di excel dan daya mempertanyakan keberadaan jiwa saya pas mata pelajaran TIK waktu SMP dulu. hebatnya saya merasa begitu dihargai di tempat itu, ya mungkin karena jarang ke dunia lkuar jadi gak tau deh pendapat dunia luar tentang saya gimana.

awalnya ya saya mikirin gaji tapi lama-lama saya dapetin sesuatu yang lebih dari gaji, ILMU. gak kepikiran buat bisnis selain buka warung soto di Maribor, Slovenia, nah sejak kerja di sono, saya dapet banyak ide bisnis, tinggal cari modal dan dijalanin aja..... abis skripsi kelar biar gak keteteran kayak kemaren-kemaren.... dan setelah kerja gak mikir gaji itu saya merasa lebih bahagia lagi.
Kalian sok tau!
"anak psikologi kok jadi bartender?", ya saya dapet pertanyaan itu banyak banget. sebelum jadi bartender, saya juga pernah jadi editor majalah, emang tipikal orang yang pingin nyoba baerbagai profesi gitu, persetan dengan jurusan, biar wawasan makin luas dan gak mentok lah otaknya di situ-situ aja. lalu yang nanya begitu sok mengait-ngaitkan kata "Bartender" dengan kata "Psikologi", "buat nanganin pelanggan curhat ya?", padahal jarang banget ada yang curhat, kebanyakan cuma rumpi asik dan saling bercanda aja.

pas kerja di sono saya dikenalkan dengan teknologi bernama POMADE dan VAPORIZER. Pomade adalah sejenis minyak rambut, waktu dikenalin sama apa itu pomade saya langsung googling dan belajar soal pomade, kalo soal si vaporizer itu emang tau dari dulu dan pingin beli gitu cuma gak ngerti juga kalo itu bisa diotak-atik. intinya..

setelah sekian bulan kerja, saya belajar banyak banget. jadi ngerti kalo ternyata saya gak seburuk itu, gak seberantakan yang saya rasa dan orang bilang. masih bisa ketolong lah hidupnya, sekarang tinggal gimana caranya saya bisa makin berani ngelawan rasa takut dan berani angkat pantat dari zona aman. pertahankan motto hidup "Fuck this shit!" karena itu bikin saya merasa masa bodo dengan semuanya dan saya ters maju, terus berusaha untuk jadi sebaik mungkin. 

dan yang paling penting, kalo gak keluar dari zona aman, saya gak akan ketemu "The Rising Sun" alias si "Matahari Terbit"karena doi berhasil menerangi gelapnya otaknya si Sekar. ya kalo kata ByeAlex "Kedvesem" lah! eaaaa.....

Terima kasih atas segala macam kerja samanya, kalian super awesome dan mega-fabulous. sekarang jabatan saya ada di recurring cast yang muncul cuma sebagai bintang tamu di kehidupan 1920 Barber & Bar, kalian super awesome lah!



Senin, 20 Oktober 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

You Are My Rising Sun

Setelah sekian lama saya hanya berdoa agar kamu selalu sehat, bugar, bahagia, sejahtera, aman, tentram, dan makmur sampe saya lupa sama kemakmuran dan keamanan saya sendiri, akhirnya saya berdoa dengan kegeoisan yang membakar seluruh jiwa raga saya. Saya sujud gemetar sambil berdoa, “Ya Allah, tolong jangan bawa dia pergi, aduh, saya masih mau sama dia, tolong jangan bawa dia pergi dari hidup saya dulu, gak sanggup ih, gak sanggup pisan.”. seumur hidup, baru kali ini saya ngerasa takut kehilangan, takutnya bukan main pula.padahal mah kalo dia gak ada ya biasa aja, cuma gak tau kenapa ngerasa gak sanggup.

Dia membuat saya merasa lebih bahagia dari biasanya, gak tau kenapa, seneng aja gitu liat dia. Dia berhasil membuat saya merasa begitu rendah karena dia begitu cerdas sampe saya menemukan semangat baru untuk belajar lebih banyak. Cukup tau dia baik-baik aja, itu udah bikin saya bahagia bukan main.

Sebelumnya, hidup saya monoton, asik sama dunia sendiri, semacam agak menolak dunia luar sana, terus dia muncul mengenalkan satu dunia yang sempat saya singgahi tapi saya tinggalkan, dia membuat dunia itu menarik kembali. Dunia yang saya tinggalkan karena saya merasa tidak ada yang mengerti saya dan dunia itu maka saya beralih ke dunia yang lain walau sesekali saya rindu dan mengintip kembali dunia itu. Dia datang bagai anggota MLM menawarkan dunia itu kembali. Setiap hari saya bersyukur karena Gusti Allah udah ngasih dia dalam hidup saya.

Semakin saya terbuai dengan kehidupan saat ini semakin saya menolak kalau dia hanyalah sementara. Waktu pun akhirnya menampar wajah saya sekerasnya, saya sadar, akhirnya. Biasanya saya sangat menikmati semuanya hingga akhirnya saya merasa ini semua jangan sampai selesai. Saya terlalu bahagia bersama dia tapi bagus lah cuma ya…


Tolmachevy Sisters -- Shine
Setiap malam datang, rasanya begitu menyesakkan. Kenapa? Karena itu tandanya berkurang sudah waktu saya dan dia untuk bersama, ini lebih kejam dari pada deadline tugas laporan atau skripsi sekalipun. Dia bagai matahari yang terbit di dalam hidup saya karena memang saya kebanyakan terlelap di dalam apa yang saya sebut “tujuan hidup”. Dia bagai dosen pembimbing yang bikin saya merevisi hidup saya. Entah manusia macam apa dia sampai bisa membuat saya seperti ini dan saya melakukan semuanya dengan senang hati. Tapi semua akan selesai cepat atau lambat. Saya hanya bisa berharap kalau semuanya tidak hanya sampai di sini. Saya hanya bisa berharap kalau dia akan selalu memotivasi saya untuk menjadi lebih baik, mungkin dia tidak sadar akan hal itu tapi dia melakukannya. Ah, saya tidak pernah merasa begitu takut, saya hanya bisa berdoa untuk dia. Sialan.

Senin, 29 September 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

I'm Screwed

Dari kecil selalu diajarin buat selalu bisa mandiri, tidak bergantung dengan orang lain, dan kebahagiaan itu muncul karena diri sendiri, bukan orang lain. Beberapa tahun terakhir saya hidup bak di neraka. Begitu banyak masalah dan begitu banyak rasa sakit yang saya terima. Perlahan saya menerima neraka itu dan mulai “berteman” d
engan api yang membakar tubuh saya. Saya merasa tak ada akhirnya, saya pun selalu berdoa dan berusaha menerima setiap rasa sakit yang datang. Kehilangan seseorang yang saya pikir dia adalah penyelamat hidup saya, menikmati setiap fantasi dan membayangkan pintu surga di dalam neraka.
Siksaan baik secara fisik mau pun psikis perlahan melatih saya untuk bisa lebih “bersahabat” dengan keadaan. Ya, setiap langkah, setiap nafas, setiap getaran suara, dan setiap hembusan angin, saya bersyukur bahwa saya bisa menikmati itu semua. Kebahagiaan dimulai dari diri sendiri bukan? Saya menikmati setiap tugas yang banyak walau kadang saya merasa bosan menatap layar, saya menikmati setiap suara di sekitar saya terutama setiap musik yang saya dengarkan, saya menikmati setiap film atau serial TV dan setiap buku yang saya baca, saya menikmati setiap imajinasi yang sudah mempercerah hidup saya. Saya merasa bahagia. Neraka ini seakan telah menjadi rumah bagi jiwa saya. Lalu dia datang dalam hidup saya.
Ia sangat cerdas, tampan, mau bekerja keras, dan menyenangkan. Wawasan kami tidak sama tapi saya selalu ingin berbincang karena saya merasa ia bisa memperluas wawasan saya. Saya merasa bahagia dengan hidup saya dan saya merasa ingin bahagia bersama orang itu. Saya mensyukuri setiap detik atas kehadirannya dalam hidup saya, setiap senyum, setiap sapa, dan setiap ilmu
yang ia berikan. Ibarat sebuah rumah, rumah saya duah begitu indah dengan semua aspeknya, tamannya, pagarnya, atapnya, namun dia seakan menjadi cat yang membuat rumah saya lebih berwarna, cat yang mewarnai setiap ruangan yang nyaman menjadi terasa lebih ramai.
Maybe by Valentina Monetta
Entah apakah ia merasakan hal yang sama dengan saya atau tidak tapi saya tidak bisa membohongi diri sendiri karena saya benar-benar merasa lebih bahagia. Tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada orang lain yang akan memberi saya kunci surga atau paling tidak bilang, “surga ada di sebelah sana". Saya tidak mau terlalu optimis dengan orang ini, hanya dengan mengenalnya saja saya sudah merasa beruntung. Kalaupun dia hanyalah akan menjadi sebuah angin penyejuk di dalam neraka, saya akan menikmati setiap hembusannya. Kalau dia yang akan menunjukkan saya di mana pintu surga itu, saya harap bahwa saya juga memegang kunci surga untuknya.

Selama ini, setiap saya menyukai seseorang, rasanya begitu menyiksa namun dengan dia saya merasa biasa saja bahkan bahagia. Tak terpikir bahwa saya harus memilikinya, saya hanya bisa bersyukur di setiap pertemuan atau walau hanya mendengar namanya. Saya harap, saya bisa selalu bersyukur kepada Tuhan atas dirinya. Mungkin ini yang disebut masuk neraka demi menemukan pintu surga karena saat ini neraka yang saya tempati perlahan berubah menjadi lebih terang, sejuk, dan menenangkan.


Sabtu, 23 November 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Renungan di Rumah Sakit

si Sekar kena tifus lagi.
jorok sih dia, gaya hidupnya sok sibuk!
Iya, jadi selama 4 hari 3 malam saya dirawat di sebuah rumah sakit di deket rumah karena TIFUS. Sesungguhnya ini tifus yang ke-3. Pertama kali kena, kelas 2 SD plus demam berdarah waktu itu. Lalu kelas 12 pas mau UN dan kemarenan. Sebelum di rawat inap, saya rawat jalan selama 1 minggu. Selama rawat jalan, ternyata si Antibiotik gak ampuh ngelawan bakteri tifus dan malah jadi makin parah karena diarenya gak akan stop sebelum muntah. Jadi selama 3 hari, saya baru bisa tidur kalau sudah muntah.
Selama di rawat itu, gak banyak keluarga yang jenguk dan lebih sering sendiri di kamar jadi istirahat full. Tau sendiri kan kalo keluarga pada jenguk itu sekali dateng bisa sekampung dan gak pulang-pulang, jadi saya minta buat lebih sering sendiri di kamar. Agak bosen juga sendirian di kamar, cuma didatengin suster buat suntik antibiotic, obat mual, makan, atau dikasih obat tablet gitu. Dan saya jadi banyak merenung di kamar, inilah hasilnya:
  •       Sebaik-baiknya BAB adalah BAB yang pake sedikit ngeden dan padat
Diare itu menyiksa apa lagi kalo doi muncul tanpa peringatan, suka agak parno sendiri kalo perut udah krucukan, takut pup di celana gitu. Sekalinya diare ilang, pup pake ngeden entah kenapa itu berkah banget karena gak berasa cair, lebih berasa gitu sehatnya.


  •       Sebaik-baiknya kentut adalah kentut yang gak pake “ampas”
Jelas, kentut itu gas dan gak perlu ekstra lainnya. Selain males nyuci ini-itu, bau, lengket, berasa kayak bayi, dan berasa lagi sakitnya. Kentut itu nikmat asal keluarnya gak di dalem selimut ya, soalnya baunya ketahan jadi lebih “berasa”. gas kentut itu mengandung sulfur, sulfur itu bagus buat kulit tapi gak berarti kudu kentut di dalam selimut juga karena sulfur itu belerang dan belerang itu baunya merusak pernapasan. jangan belagu dan sok kuat kamu pake sok-sok nyium bau kentut sendiri. itu baru baunya, belom ampasnya. kayaknya soal ampas gak usah saya bahas, terlalu "iyuh" sih ya.

  •       Makan itu enak
Selamat sakit, saya kudu diet makanan lembek dan gak boleh makan sayuran dan buah plus jangan banyak garam. Cuma bisa bubur hambar pake abon dikit, gak boleh minum jus, dan sari kacang ijo. Iya, nyiksa. Liat makanan di TV itu rasanya mau makan banyak banget taopi gak bisa. Selagi bisa makan enak, makan deh. Tuhan itu baik banget karena udah nyiptain berbagai umat yang pinter banget masak, manfaatin mereka! MAKAN!

lempar jeruknya
tangkap cintanya

  •            Sayur dan buah itu surgawi
Ketika Cuma bisa akan makanan hambar (itu juga kadang baru sesuap udah diare atau muntah), buah dan sayuran itu jadi punya rasa tersendiri. Selama di RS makan buah Cuma semangka sama pisang. Saya kurang cairan dan karbohidrat jadi diskon boleh makan semangka sama pisang dan itu rasanya jadi 100000000x lebih seger, manis, dan enak. Selama ini makan kayak biasa aja dan kita cuekin tapi setelah sakit begini, mereka terasa jauh lebih enak. Saya janji bakal rajin makan sayur dan buah deh.


  • Jangan belagu kalo sibuk, ngaso itu penting
Dipikir keren apa hidup sibuk, lupa makan, pulang malem, banyak kegiatan, rapat ini-itu, bahkan begadang? Ya keren sih sebenernya tapi efeknya SANGAT TIDAK KEREN! Sebisa mungkin hidup jangan terlalu sibuk. Kalo terpaksa sibuk ya waktu makan dan istirahat jangan sok diganggu gugat. Makan dan istirahat itu justru yang penting. Bro, kita manusia ya dan ngaso itu enak, manfaatin waktu ngaso yang kita punya walau cuma bisa sekedar merem-merem centil
. Masih muda tapi badan udah rontok, gak asik itu. Masih muda, nikmatin tenaga yang melimpah ini sebelum usia uzur. Jaga kesehatan!


sementara ini, itu dulu isi renungan saya. Banyak sih tapi baru inget segitu. Tar kalo inget lagi ya ditulis lagi deh.

Sabtu, 12 Oktober 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Life vs Zombie

Titik terendah dalam hidup itu waktu kegiatan kita itu-itu aja sampe gila. Bangun, kuliah, istirahat, kuliah, pulang, nugas, tidur, bangun, kuliah, istirahat, kuliah, pulang, nugas, tidur, terus sampe gila. Iya, sampe gila.

Sebagai orang yang cepet banget bosen, kehidupan kayak gini yang bikin saya menderita. Semacem zombie yang jalan udah kayak orang teler dan gak ngerti lagi apa itu hidup. Biasa hidup hectic macem ABG baru jadian (semuanya sibuk buat pacar baru) lalu kegiatannya kelar daaaaaaaan…. saya gabut lagi. Punya banyak kegiatan itu bagus lah buat ngisi waktu luang dan ngabisin tenaga jadi gak perlu nonton DVD marathon dan meratapi kehidupan yang semacem zombie ini.

Hidup itu menyenangkan. SANGAT MENYENANGKAN. Suka gak ngerti sama orang yang betah punya hidup datar dan gak ada hal yang gila gitu. Semacem zombie yang jalan tanpa perasaan. Seneng kagak, sedih kagak, bingung kagak, kayak orang lagi mabok etil. Gak peduli di sekitar kita ada bom atau Britney Spears lagi joget, ya jalan lempeng aja. Lurus, gak belok, gak nengok, dsb.

Kalo nonton film atau serial TV, kayaknya kehidupan tokohnya itu seru banget. Bahkan Zombie di The Walking Dead masih lebih seru dari pada hidup saya. Kesian banget hidup kisahnya dikit jadi kudu cari kegiatan yang banyak biar kisahnya juga banyak. Gak nutup kemungkinan Cuma lewat ikut kepanitiaan kampus, pas pulang bisa berantem lawan teroris atau tetiba ditembak cowok paling ganteng dan badass di kampus. Kemungkinan selalu ada asal mau dicari di waktu yang tepat. Bisa aja sekarang saya ngetik sok bijak dan sok pinter di blog terus abis ini direkrut jadi prajurit buat Khaleesi Daenerys Targaryen.

Tapi seriusan, ketika semua selesai, hidup mendadak jadi abu-abu dan semua hal buruk yang saya pikir udah ilang, pada mudik ke otak saya lagi.

Pulang kuliah dengan tatapan yang kosong lagi…. Hmm… no! mari kita cari gara-gara!

Bosen hidup ah kalo pada akhirnya bakalan semakin waras dan kehilangan warna dalam hidup.

Rabu, 12 Juni 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Balada Liburan Mahasiswa

Liburan merupakan berkah Tuhan yang super keren karena kita (terutama anak rantau) bisa memperwaras diri sambil memperbaiki gizi yang selama sekian bulan sudah setara dengan anak-anak kasian di video-video yang diharapkan menggugah simpati dan empati manusia yang malihatnya. kasian lah pokoknya! Nah, liburan itu juga bisa jadi ajang PDKT yang tertunda sama temen lama atau ajang REUNIAN dan kongkow bareng geng lama jaman kita masih alay. YES!

namun entah mengapa.. kegiatan hari libur ketika jadi mahasiswa tak seindah ketika kita masih SD-SMP-SMA dan sederajat karena saya gak tau ini konspirasi atau apa tapi HARI LIBUR DI UNIVERSITAS ITU BEDA-BEDA! *nyemburin api*. kita udah libur nih atau minggu tenang lah misalnya, eh anggota geng jadul kita beloman pada libur atau udah pada masuk. aduuuh... kita mahasiswa ngumpul gak bakalan demo kok, kita cuma mau reuni. elaaaaah...

maksud hati hanya ingin melihat engkau yang telah lama tak kulihat di dunia nyata tapi apa daya jadwal kita berbeda. liburan memang satu, kita yang tak sama. kadang itu juga jadi masalah. kita udah sama-sama libur nih, terus adaaaa aja masalahnya jadi gak bisa ketemu. ya SP lah, ya magang lah, ya KKN lah, ya apa lah pokoknya ada. 

apa perlu kita semua buat petisi ke pemerintah biar Hari Libur Mahasiswa se-Indonesia dibikin serempak sama semua biar kita gampang kongkow sama temen lama? ini masalah serius lho!

Selasa, 11 Juni 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Aduh, Saya Masih Bego!

Gak cuma sekali-dua kali saya kena masalah sama temen tentang hubungan percintaan. entah filosofi saya yang kelewatan simpel atau gimana atau gimana atau gimana saya belom bisa paham. pengalaman berpacaran udah ya cukup banyak dan cukup bervariasi tapi masih gak ngerti kenapa orang pacaran kayak gitu.

kayak gitu gimana sih, kar? ya kayak gitu! kalian kalo pacaran ngapain sih?


saya gak memimpikan kontak fisik atau apa tapi di otak saya, pacaran itu melakukan hal seru bareng (padahal sendiri atau sama temen juga bisa) kayak ya... kalian tau Bonnie and Clyde? ya pacarannya seru, sambil ngerampok bank gitu. atau kayak Chuck Bartowski dan Sarah Walker, pacaran sembari membasmi kejahatan gitu. pokoknya pacaran yang seru lah, gak cuma ketemu ngobrol ha-ha hi-hi mending langsung maen Laser Tag kayak Barney & Robin.

dan saya pribadi masih belom paham esensi nurut sama pacar karena... ya pacar bukan bapak atau suami atau om, kecuali pacar kamu om-om, kan dia lebih tua, kali pengalaman hidup lebih banyak kan?

ah gak romantis lo, kar! -- najis, lo mah gak tau cinta! -- kebanyakan ditolak laki lo, kar! 


percayalah wahai kaum Muggle, gue tau apa itu romantis (saya nangis lho denger lagu Dodiri Od Stakla-nya Nina Badric)

saya tau apa itu cinta dan saya tau rasanya jatuh cinta (dan mendadak goblok gegara cinta)

aelah ditolak cuma 2x dari 2x nembak sih! gak banyak!

tapi seriusan, saya gak minta diajarin kenapa semua kayak gitu, saya cuma mau bukti kalo pacaran kayak kalian itu seru. saya cuma pingin bisa ngerti biar gak goblok-goblok banget kalo ngomongin ginian ama kalian. biar komentar saya gak logis-logis banget. kan cinta itu gak punya logika sedangkan buat saya semua ada logikanya. 

entahlah....