Tampilkan postingan dengan label menurut saya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menurut saya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Maret 2016

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Balada Sakit Hati: Punya Perasaan Itu Manusiawi

Tidak sedikit yang mengeluh bagaimana cinta membuat individu muda merasa tidak berharga dan tidak berdaya. Tidak sedikit juga di antara mereka yang merasa kalo terlalu melankolis itu (apalagi gara-gara cinta) adalah suatu hal yang memalukan. Dari kasus ini timbul pertanyaan dalam benak saya, "SIAPA YANG BILANG BEGITU?"

Sakit hati itu tidak mengenal usia. cinta ditolak, kasih tak sampai, diam melongo berusaha mengikhlaskan dia dengan yang lain tanpa tahu perasaan orang itu yang sebenarnya ke kita karena kita gak mau nyatain perasaan kita. Ada yang menarik dari hal ini, ketika cinta ditolak, kita dibuat benar-benar malu dan harga diri kita anjlok padahal sebenarnya TIDAK SEPARAH ITU. kita juga harus menghargai mereka yang berhasil kita bikin bingung bukan kepalang karena kalimat, "aku suka kamu" atau "aku cinta kamu". sebagai individu yang tidak terlatih untuk dihormati, dihargai, dan dicintai orang lain, kalimat sakral "aku suka kamu" dan "aku cinta kamu" itu benar-benar membuat kita bingung bukan main. Lalu sosial bertindak sebagai penindas bagi mereka yang tidak berhasil mengambil alih hati yang terkasih. kita terbiasa dimaki karena kita dianggap gagal bila kita memberanikan diri untuk menyatakan perasaan kita kepada yang terkasih. kita dituntut untuk bermain sihir dengan orang lain mulai dari tetap diam menyimpan harap untuk dihubungi lebih dahulu hingga menahan air mata ketika yang terkasih itu tidak menangkap sinya-sinyal yang kita lontarkan.

Dalam kasus tak sampai, biasanya individu cenderung memilih diam-diam horror mengamati yang terkasih dari kejauhan sambil berharap bahwa ia bisa menjadi yang terkasih juga bagi target, lalu ketika yang target memilih orang lain, individu tersebut merasa gagal dan tersiksa. KAMU TIDAK GAGAL KARENA KAMU BELUM BERTINDAK! kriteria bertindak di sini adalah ketika kita melakukan sesuatu untuk yang terkasih dan ia tahu itu, bukan yang diam-diam creepy macem stalker. stalking itu creepy dan gak keren.

Punya perasaan itu sangat manusiawi, gak masalah sesekali kamu nangis gara-gara kamu merasa tersakiti. gak masalah kamu mendadak emosional. gak masalah kalo kamu ngerasa kangen seseorang atau momen, gak masalah. jangan karena kamu gak mau dicap "lenjeh" lalu kamu sok kuat padahal dalem hati udah tercabik-cabik. Merasa sakit hati dan kehilangan itu manusiawi, kok. Cinta juga gak mengenal gender, laki-laki boleh jatuh cinta dan begitu pun perempuan. brengsek juga gak mengenal gender, jangan karena kamu perempuan terus kamu ngerasa sakit hati itu jatah kamu, no, laki-laki juga punya perasaan. jangan karena kamu laki-laki terus kamu ngerasa friendzone itu jatah kamu, no, perempuan juga bisa kena friendzone.

Satu lagi, MOVE ON ITU NYATA ADANYA. ya, semua gak akan sama kayak semua tapi gak sama itu bukan berarti memburuk kan? bisa aja membaik, kan? dan please, kalo kamu abis nolak orang, percayalah dia bisa move on dari kamu, so, kamu gak usah sok menjauh takut dia gak bisa move on, dia baik-baik aja.

PS: siapapun di antara kamu yang bikin trend "kode", saya harap kamu dapet tempat paling asoy di NERAKA, iya di neraka, karena kamu udah bikin susah segala macam pihak dan kamu tidak sepantasnya bangga akan perilaku kamu.

Kamis, 06 Agustus 2015

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Akhirnya Kepikiran Soal Nikah

Setelah sekitar 23 tahun hidup, teman-teman sekolah saya satu per satu mulai menikah, sebagian teman saya yang lain mulai kesal ketika ditanya “kapan kawin?” oleh keluarganya, dan tidak jarang pula saya melihat posting-an teman saya yang sebegitu berharapnya untuk bisa menikah.

Bagi saya, menikah adalah suatu hal yang serius karena menyangkut sisa hidup saya hingga saya wafat nanti. Banyak akun-akun yang konon katanya merupakan akun resmi di jejaring-jejaring sosial yang menurut saya begitu sibuk mengampanyekan “ayo kawin muda!” mulai dari menggembargemborkan sisi biologis (dalam hal ini pasti perempuan yang salah karena “jam biologis”), sosial, bahkan agama.

Awalnya saya kurang peduli karena saya merasa pendidikan dan pekerjaan yang lebih penting dari sekedar membangun keluarga, saya merasa banyak hal yang harus saya raih sebelum saya harus berbagi kehidupan dengan orang lain, namun akibat menonton dua buah serial TV yang saya sukai ceritanya, saya mulai memikirkan bagaimana kalau saya menikah nanti.

Penyebab utama orang menikah, menurut saya, bukan karena cinta tapi lebih karena tekana sosial yang diterima. Pasti capek lah kalau setiap bertemu anggota keluarga dan mereka tahu kalau kita belum nikah lalu terlontar lah pertanyaan “kapan nikah?”, belum lagi melihat satu per satu teman yang berkeluarga. Sejujurnya saya lebih iri kepada teman yang sukses di bidang pekerjaan dan pendidikan tapi saya juga gerah dengan pertanyaan “kapan nikah?”. Berkat kedua serial TV tersebut saya berpikir bahwa saya ingin berkeluarga murni atas keinginan bersama (saya dan pasangan saya), bukan karena tekanan sosial, bukan karena sunnah nabi, bukan karena masalah jam biologis, bukan karena pahala atau halal atau haram, bukan karena agar ada yang menurus saya, atau apa pun, tapi murni karena kami memang ingin hidup bersama sampai Tuhan memisahkan.

Persetan kata mereka yang bilang kalau tidak perlu mapan untuk menikah. Saya tidak mau anak saya merasa kurang bahagia dan kebutuhannya tidak sepenuhnya terpenuhi. Saya mau yang terbaik untuk keluarga saya. Persetan pula yang bilang kalau kita masih bisa menikmati masa muda meski sudah menikah. Saya ingin membahagiakan diri saya sendiri sebelum saya membahagiakan orang lain.

Belum lagi pertarungan antara “Ibu yang bekerja” dan “Ibu rumah tangga”. Bullshit-nya tidak habis-habis. Sejujurnya saya pribadi belum bisa memutuskan akan jadi ibu yang mana, yang bekerja atau yang di rumah, semua tergantung keadaan kan? Yang pasti saya tetap wajib punya penghasilan sendiri. Saya tidak tahu seperti apa rencana Tuhan, saya tidak tahu sampai kapan pasangan saya bisa menafkahi saya dan keluarga saya. Saya hanya ingin yang terbaik untuk keluarga saya dan saya tahu kalau cinta tidak bisa membiayai semuanya.


dan nikah model Game of Thrones ini adalah ide yang bagus,
mempelainya duduk di Iron Throne.
Lagi pula, mengapa semua harus terburu-buru? Mengapa kita harus menghakimi mereka yang memiliki prioritas berbeda dengan kita? Mengapa semuanya menjadi semacam balapan? Apa pengaruhnya ke hidup kalian?

Minggu, 17 Agustus 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Saya Wanita, Saya (Juga) Manusia

Feminisme adalah sebuah gerakan perempuan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan pria. Kesamaan hak yang gimana sih? mungkin sebagian dari kalian belom tau kalo di beberapa negara, pria dan wanita belum setara secara ekonomi, politik, pendidikan, dsb. banyak wanita belom boleh ikut pemilu, gaji wanita lebih rendah dari pada pria walaupun menempati posisi yang sama, dll.

Banyak yang menganggap kalo feminisme itu benci laki-laki atau wanita pingin lebih superior dari laki-laki padahal ITU SALAH BESAR! kita cuma mau setara, bukan di atas atau di bawah, bukan di depan atau di belakang, kita sejajar. feminisme ini menuntut kerja sama antar gender untuk membuat kehidupan yang lebih manusiawi. laki-laki itu manusia, wanita juga manusia. entah apa yang membuat masyarakat seakan takut dengan kata "feminisme" ini.

ada yang bilang kalo feminis itu bikin wanita males nikah dan punya anak, buka aurat, seks bebas, dsb. padahal itu pilihan individu. nikah, anak, aurat, dan segala antek-anteknya itu pilihan individu. lagi pula, buat apa feminis capek-capek ngajarin anak perempuan untuk pake baju lebih sopan kalo kita pingin buka aurat? buat apa seorang feminis berjuang, berusaha jadi pendamping yang baik buat pasangannya kalo feminis itu bikin males nikah? buat apa feminis bikin gerakan biar ibu-ibu mau ngasih ASI ke anaknya kalo feminis itu bikin males punya anak? semuanya pilihan. memang ada feminis yang lebih milih kerja dari pada nikah dan punya anak tapi ada juga yang sebaliknya.

setara, kita bisa menjadi mandiri dan berdiri untuk diri kita sendiri. ketika hidup gak bisa bergantung dengan siapapun, kita dituntut untuk lebih mandiri. pria boleh sekolah, wanita juga. pria boleh kerja, wanita juga. pria boleh kongkow sama temen-temennya, wanita juga. semudah itu. sebaliknya, wanita boleh di rumah ngurus anak, pria juga boleh. wanita boleh masak dan menari, pria juga boleh. wanita boleh menangis, pria juga boleh. SETARA.

saling melengkapi antar gender, ada beberapa hal yang wanita lebih bisa lakukan dari pada laki-laki dan begitu pula sebaliknya. ketika seorang wanita mampu melakukan sesuatu yang cukup berat, dia tidak maskulin, dia hanya lebih kuat dari yang lain. sama kayak pria yang agak lebih halus, dia bukan banci, dia hanya lebih sopan dari pria yang lain. itu lah feminisme. kami berbicara tentang kesetaraan, bukan melebihi, itu yang membuat kami hina di mata sebagian masyarakat?


Senin, 03 Februari 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

BALADA KKN (KULIAH KERJA N...)

wajah rekan KKN sengaja disensor untuk melindungi identitas si empunya wajah, kan gak sopan maen upload muka orang tanpa seizin yang punya muka

Oke, semacem lagi trending topic nih bahas KKN, apa lagi di lokasi saya penuh skandal gitu. Mulai dari skandal jepit sampe skandal gunung (iye tahu ini garing, yaudah sih!). Jadi KKN itu sebenernya singkatan dari Kuliah Kerja Nyata tapi si huruf “N” ini fleksibel kok, kalo saya sih jadi: Kuliah Kerja Ngajar, Kuliah Kerja Nganggur, Kuliah Kerja Nyikat lumut, Kuliah Kerja Nguping, Kuliah Kerja Ngaji, dan Kuliah Kerja Ngusir dedemit. Kegiatan ini diadakan selama 1 bulan di musim liburan kuliah. Buat saya sih ini merupakan suatu tantangan gila, 1 rumah dengan 16 orang lain tak dikenal dan tanpa privasi itu GILA!

Universitas berharap agak kami para mahasiswa bisa berbaur dan belajar merakyak gitu tapi faktanya, kegiatan ini lebih berfungsi untuk ajang pengisi waktu luang di kala libur panjang. Setidaknya dapet nilai dan kegiatan ini berbobot 3 SKS jadi hayuk lah biar IPK meroket. Di sini saya akan bahas perminggu, soalnya kalo dibahas perhari itu sama aja kayak buat laporan tugas.


MINGGU 1
THE AWKWARD WEEK

Dijeblosin di 1 desa yang jauh dari mana-mana dan gak bersinyal bersama dengan 9 wanita dan 7 pria lainnya dalam 1 rumah itu awkward-nya minta ampun. Belom lagi, saya gak kenal mereka semua walau 2 di antaranya adalah adek kelas saya waktu SMP. Penyusunan piket masak, piket bersih-bersih, lapak tidur, bersihin rumah, masang pompa air (hari pertama kita gak punya air), adaptasi sama sekitar, bersihin panci (maklum, rumah kosong gitu), ya full adaptasi lah.  Hari ke-2, kita survey keliling desa. Ibarat lagunya Ninja Hatori, “Mendaki gunung… mendaki gunung… mendaki gunung.. tukang surabi.. mendaki gunung.. (ulangi sampe bosen)”.

Dan di minggu pertama ini, kita mulai mengunjungu SD buat ya cari tau lah… buat ngajar gitu plus PENGAJIAN! Desa ini seneng banget pengajian, gak masalah sih tapi agak puyeng aja karena emang ceramahnya pake sunda lemes yang bikin lemes~


MINGGU 2
NGAJAR, NGAJI, NGAJAR NGAJI

Mulai nih jadi guru, Guru SD sampe Guru Ngaji. Bocah desa itu asik kok, Cuma jam mainnya aja agak kurang teratur tapi overall ya cukup menyenangkan. Kisah di minggu ke-2 ini mulai ada sinetron… cinlok… dan cilok (Cengo dI LOKasi). Tabiat asli rekan KKN mulai terlihat. Yang mana yang asik dan yang mana yang rada eshol tapi ya tahan aja, kalo kesel ya minimalisir kesel lah, males kalo serumah punya musuh kan. Jadi jaga diri, jangan ikutan jadi eshol.

Ortu rekan KKN mulai berdatangan selayaknya penyelamat lauk untuk makan. Dan jalan-jalan ke kota itu sangat lah menyenangkan.

Udah mulai terbiasa sama keadaan dan mulai sayang ke sesame rekan, buat yang sayangnya berlebihan ya berakhir cinlok lah, yang sayangnya belum berlebih biasanya mulai menganggap reka sebagai keluarga. Mulai punya “grup” sendiri, bukan grup juga sih tapi lebih ke orang yang lebih dekat.
Kisah cinta mulai gak mentok antara 2 manusia tapi mulai melibatkan banyak manusia dan mungkin nampaknya kisah itu hina tapi melihat keadaan, menurut saya gak hina karena kita serumah (tapi tetep aja drama dan annoying)


MINGGU 3
GOODBYE

Seharusnya kita ada di sana sampe sekitar 30 hari tapi di minggu ketiga, kita “diusir” oknum. Yang jadi masalah bukan diusir tapi kita pergi kurang terhormat. Perasaan bersalah karena kita kurang sopan pergi kayak gitu dan perasaan bersalah karena kita belom bisa ngasih banyak.

Saya merasa kalo warga itu udah baik banget sama kita tapi apa daya, takdir berkata lain. Walau Cuma 3 minggu, saya belajar banyak di sana terutama soal “Jujur Pada Diri Sendiri” dan “Berdiri Sendiri” karena selama di sana, penting banget untuk hidup bergantung sama diri sendiri, bukan sama siapa pun. Ya, mereka membantu tapi sisanya kita harus usaha sendiri. Gak akan cukup kata “terima kasih” buat diucapin atas pelajarannya. Buat para rekan dan semua warga termasuk si “oknum”. Gak akan pernah bisa belajar kayak gini di kampus atau di sekolah, semua namanya pengalaman.




Terima kasih untuk semuanya, saya sadar kalau saya masih bodoh. Sekali lagi Terima Kasih dan semoga kita gak KKN lagi.

Selasa, 11 Juni 2013

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Aduh, Saya Masih Bego!

Gak cuma sekali-dua kali saya kena masalah sama temen tentang hubungan percintaan. entah filosofi saya yang kelewatan simpel atau gimana atau gimana atau gimana saya belom bisa paham. pengalaman berpacaran udah ya cukup banyak dan cukup bervariasi tapi masih gak ngerti kenapa orang pacaran kayak gitu.

kayak gitu gimana sih, kar? ya kayak gitu! kalian kalo pacaran ngapain sih?


saya gak memimpikan kontak fisik atau apa tapi di otak saya, pacaran itu melakukan hal seru bareng (padahal sendiri atau sama temen juga bisa) kayak ya... kalian tau Bonnie and Clyde? ya pacarannya seru, sambil ngerampok bank gitu. atau kayak Chuck Bartowski dan Sarah Walker, pacaran sembari membasmi kejahatan gitu. pokoknya pacaran yang seru lah, gak cuma ketemu ngobrol ha-ha hi-hi mending langsung maen Laser Tag kayak Barney & Robin.

dan saya pribadi masih belom paham esensi nurut sama pacar karena... ya pacar bukan bapak atau suami atau om, kecuali pacar kamu om-om, kan dia lebih tua, kali pengalaman hidup lebih banyak kan?

ah gak romantis lo, kar! -- najis, lo mah gak tau cinta! -- kebanyakan ditolak laki lo, kar! 


percayalah wahai kaum Muggle, gue tau apa itu romantis (saya nangis lho denger lagu Dodiri Od Stakla-nya Nina Badric)

saya tau apa itu cinta dan saya tau rasanya jatuh cinta (dan mendadak goblok gegara cinta)

aelah ditolak cuma 2x dari 2x nembak sih! gak banyak!

tapi seriusan, saya gak minta diajarin kenapa semua kayak gitu, saya cuma mau bukti kalo pacaran kayak kalian itu seru. saya cuma pingin bisa ngerti biar gak goblok-goblok banget kalo ngomongin ginian ama kalian. biar komentar saya gak logis-logis banget. kan cinta itu gak punya logika sedangkan buat saya semua ada logikanya. 

entahlah....